PONTIANAK POST – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi menerima hasil Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Kadin Kalimantan Barat yang digelar sebelumnya. Pertemuan resmi antara pengurus Kadin Kalbar hasil Musprovlub dengan Kadin Indonesia berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, pada Jumat (31/10).
Agenda pertemuan membahas laporan hasil Musprovlub Kadin Kalbar, arah strategis organisasi, serta penguatan sinergi antara Kadin dan pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari proses penataan kelembagaan nasional Kadin di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kadin di DPR RI.
Kadin Indonesia menegaskan, saat ini organisasi tidak berada dalam masa moratorium, melainkan tengah menjalani evaluasi kelembagaan nasional untuk menyongsong regulasi baru yang diharapkan rampung pada awal tahun 2026. Nantinya, struktur hukum Kadin akan disesuaikan: Kadin Indonesia di bawah Presiden, Kadin Provinsi di bawah Gubernur, dan Kadin Kabupaten/Kota di bawah Bupati atau Wali Kota, namun tetap berada dalam satu garis komando nasional.
Ketua Umum Kadin Kalimantan Barat terpilih, H. Saleh Galing, bersama 14 ketua Kadin kabupaten/kota serta delapan ketua asosiasi, menyampaikan kesiapan menjalankan amanah organisasi. Pihaknya berkomitmen memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan memperluas konsolidasi ke seluruh wilayah Kalbar.
Kadin Indonesia memberikan arahan agar Kadin Kalbar tetap aktif menjalankan roda organisasi, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, serta terlibat dalam program nasional dan daerah yang produktif.
Dorong Konsolidasi Dunia Usaha
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum HIPKA Kalimantan Barat, Abdul Karim, yang turut mendampingi delegasi Kadin Kalbar, menegaskan pentingnya konsolidasi internal organisasi.
“Besarnya harapan masyarakat dan tanggung jawab Kadin dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah harus diimbangi dengan konsolidasi anggota dan stabilitas politik yang permanen. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hanya visi nasional, tetapi juga tanggung jawab bersama dunia usaha di daerah,” ujarnya.
Pertemuan di Menara Kadin Indonesia ini mencerminkan semangat rekonsiliasi, sinergi, dan langkah maju bersama dalam memperkuat peran Kadin sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis pemerintah Dalam pembangunan ekonomi nasional. (*/r)
Editor : Hanif