Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BMKG Kalbar Imbau Masyarakat Siapkan Cadangan Air, Waspadai Potensi Hujan Tinggi

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 1 November 2025 | 12:32 WIB

 

Logo BMKG
Logo BMKG

PONTIANAK POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kalbar memperkirakan curah hujan di wilayah provinsi ini pada Dasarian I atau 1–10 November 2025 sedikit berkurang dibandingkan dasarian sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk menyiapkan cadangan air, dan tetap waspadai potensi hujan tinggi di beberapa daerah.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, curah hujan pada Dasarian III Oktober 2025 berkisar antara 50–150 milimeter per dasarian dengan kategori menengah. Curah hujan tertinggi tercatat sebesar 275 milimeter per dasarian di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, dengan kategori sangat tinggi.

Sifat hujan umumnya berada pada kategori bawah normal hingga normal. Sementara sifat hujan atas normal terpantau di sebagian kecil wilayah seperti Sambas, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Sanggau, Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Ketapang, dan Kayong Utara.

Hasil pengamatan hari tanpa hujan hingga 31 Oktober menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar masih mengalami hujan. Hanya Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, yang mencatat hari tanpa hujan terpanjang selama sembilan hari dengan kategori pendek.

Stasiun Klimatologi Kalbar melalui keterangan tertulis menjelaskan, kondisi dinamika atmosfer menunjukkan indeks ENSO berada pada -0,59, dan diperkirakan fase negatif ini bertahan hingga November. Indeks IOD juga negatif (-1,29) dan diperkirakan berlanjut pada bulan yang sama.

“Suhu muka laut di sekitar perairan Kalbar berada pada kondisi sama hingga sedikit lebih hangat dari normal. Sementara angin timuran diperkirakan masih dominan di wilayah Indonesia, termasuk Kalbar,” tulis Stasiun Klimatologi Kalbar dalam keterangan resminya, Jumat (31/10).

Selain itu, madden julian oscillation diprakirakan aktif pada fase lima, yang tidak berdampak langsung terhadap curah hujan di Kalbar. Namun, anomali outgoing longwave radiation di wilayah ini diprediksi bervariasi negatif-positif, yang dapat menyebabkan sedikit pengurangan curah hujan di beberapa daerah.

Musim hujan 2025 di Kalbar telah dimulai sejak Agustus dasarian I pada beberapa zona musim (ZOM) seperti Kayong Utara bagian barat, Ketapang bagian tengah dan utara, Kubu Raya bagian selatan, serta Melawi bagian barat, dan selatan. Sementara wilayah Ketapang bagian selatan mengalami hujan sepanjang tahun.

Pada dasarian I November 2025, curah hujan diperkirakan berada pada kategori menengah dengan kisaran 75–100 milimeter per dasarian. Peluang curah hujan di bawah 100 milimeter per dasarian lebih dari 80 persen di sebagian besar wilayah Kalbar, kecuali sebagian kecil Ketapang, Kapuas Hulu, dan Landak.

Secara umum, potensi banjir di Kalbar berada pada kategori rendah hingga menengah. Begitu pula dengan potensi genangan pada areal pertanaman padi yang diperkirakan berada pada tingkat aman. 

“Meski curah hujan sedikit berkurang, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi hujan tinggi di wilayah Ketapang, Kapuas Hulu, dan Landak yang bisa menimbulkan genangan,” imbau BMKG.(bar)

Editor : Hanif
#prediksi #cadangan air #potensi hujan #Hujan #BMKG Kalbar