PONTIANAK POST – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Pontianak menggelar Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Mulut di depan Taman Budaya Kota Pontianak, Minggu (2/11).
Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Car Free Day (CFD) ini menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Kepala Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Asmaul Husna, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami ingin melakukan derma bakti sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, kami rutin setiap tahun menyelenggarakan kampanye kesehatan gigi, karena kami memang konsisten di bidang kesehatan, khususnya kesehatan gigi,” ujarnya.
Asmaul menjelaskan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut tidak mengenal usia.
“Penyakit gigi dan mulut bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga lansia, terutama karies atau gigi berlubang,” katanya.
Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan konseling kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.
“Selain sosialisasi, kami juga memberikan konseling tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama melalui kebiasaan menyikat gigi yang benar,” jelasnya.
Asmaul mengungkapkan, berdasarkan data Survei Dasar Kesehatan tahun 2023, sebanyak 92 persen masyarakat Indonesia telah menyikat gigi, namun hanya 2,8 persen yang melakukannya dengan benar.
“Karena itu, kami terus mengampanyekan cara menyikat gigi yang baik, benar, dan tepat waktu,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Kalau ingin sehat dan punya masa depan anak yang cerah, maka perhatikan kesehatan gigi sejak dini. Kesehatan gigi adalah gerbang kesehatan tubuh. Bahkan, penelitian menunjukkan penyakit seperti jantung bisa berawal dari gigi yang tidak sehat,” ujarnya.
Asmaul menambahkan, menjaga kesehatan gigi tidaklah sulit dan tidak membutuhkan biaya besar.
“Menjaga kebersihan gigi itu sederhana dan murah. Cukup dengan rutin menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan sikat gigi yang bersih dan diganti secara berkala,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan teknik menyikat gigi serta memilih sikat yang sesuai.
“Banyak orang merasa sudah rajin menyikat gigi, tapi karena caranya salah, justru menimbulkan masalah baru,” tambahnya.
Menurutnya, kesehatan gigi juga memiliki kaitan dengan pencegahan stunting dan penyakit umum lainnya.
“Generasi muda perlu dijaga kesehatannya. Melalui perawatan gigi yang baik, stunting dan berbagai penyakit umum lainnya bisa dicegah,” ujarnya.
Kegiatan kampanye kesehatan gigi di area CFD ini telah rutin dilakukan selama tiga tahun terakhir.
“Sudah tiga tahun kami melaksanakan kampanye di sini. Karena CFD menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai usia, terutama anak-anak,” jelasnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Rahmi, yang hadir bersama dua keponakannya, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Kami jadi lebih paham cara menyikat gigi yang benar. Anak-anak juga jadi tahu pentingnya menjaga kebersihan gigi,” ujarnya.
Rahmi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
(dta/mgg/ser)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro