Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Dorong Kemandirian Desa Lewat Koperasi Merah Putih

Novantar Ramses Negara • Rabu, 5 November 2025 | 11:20 WIB

 

Harisson, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar
Harisson, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar

PONTIANAK POST – Sebanyak 178 peserta mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Angkatan III se-Kalbar Tahun Anggaran 2025 di Ruang Teater Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak, Senin (3/11).

Hingga saat ini, total sudah 543 pendamping dan Project Management Officer (PMO) yang telah dilatih. Para pendamping tersebut akan menjadi mitra bagi pengurus koperasi dalam meningkatkan kapasitas manajemen dan operasional lembaga koperasi di daerah.

"Kami berharap para pendamping tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepekaan sosial, semangat pengabdian, dan integritas. Jadilah pendamping yang tangguh dan inovatif agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi solusi atas permasalahan ekonomi rakyat,” kata Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson saat membuka pelatihan tersebut. 

Harisson menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui gerakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Lanjut menjelaskan program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang bertujuan memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan.

“Program KDKMP merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang tumbuh dan berkembang dari bawah serta untuk masyarakat,” jelas Harisson.

Hingga saat ini di Kalimantan Barat telah terbentuk 2.143 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat Kalbar. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti pemerataan akses, keterbatasan infrastruktur, serta konektivitas digital yang belum merata.

“Koperasi Merah Putih bukan semata urusan ekonomi. Ini adalah gerakan sosial-ekonomi berbasis kebersamaan yang membangun kemandirian dari bawah. Karena itu, peran para pendamping profesional sangat penting dalam mengawal keberhasilan program ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan lahan minimal 1.000 meter persegi di setiap desa dan kelurahan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih. Lahan tersebut dapat berasal dari aset desa atau aset daerah yang tidak terpakai.

“Nantinya, gedung-gedung koperasi ini akan dibangun oleh Agrinas (PT Agro Industri Nasional), yaitu badan usaha yang menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan ekonomi berbasis agribisnis dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, koperasi juga akan mendapatkan bantuan peralatan kerja. Kita harapkan langkah ini mampu memacu pertumbuhan ekonomi dan memperkuat koperasi di seluruh Kalbar,” tambahnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas komitmen penuh dalam mendorong kemajuan koperasi di seluruh desa di Indonesia.

“Kami di daerah sangat merasakan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang benar-benar berkomitmen untuk memajukan koperasi di seluruh pelosok tanah air. Program Koperasi Merah Putih ini adalah wujud nyata perhatian beliau terhadap ekonomi kerakyatan yang berkeadilan,” tutup Harisson.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Wisnu Gunadi, yang hadir secara virtual, menegaskan pentingnya peran pendamping dan PMO dalam mengawal implementasi program nasional ini.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan gerakan besar yang sudah memasuki tahap penting. Setelah diresmikan oleh Bapak Presiden pada Juli lalu di Klaten, dengan terbentuknya lebih dari 80 ribu koperasi baru di seluruh Indonesia, kini fokus kita adalah memastikan koperasi tersebut benar-benar bisa beroperasi secara mandiri,” pungkas Wisnu.

Wisnu juga menekankan pentingnya kemampuan teknis dan manajerial para pendamping dalam membantu pengurus koperasi menyusun rencana bisnis, mengelola usaha, serta memperkuat jaringan ekonomi di tingkat lokal.

“Para pendamping dan PMO adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Mereka harus mampu memastikan koperasi desa menjalankan gerainya, menyusun proposal bisnis, hingga mengelola operasional secara profesional,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat mencetak pendamping yang berkualitas, berdedikasi, dan mampu berkontribusi nyata dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi di seluruh Kalbar.

“Kami ingin para pendamping yang dilatih hari ini benar-benar menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi rakyat di daerahnya masing-masing. Dengan kemampuan, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi, mereka dapat membantu koperasi tumbuh mandiri dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (mse)

Editor : Hanif
#ekonomi rakyat #Kemandirian Desa #pendamping #Koperasi Merah Putih #pemprov kalbar