Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemprov Kalbar Bersama Bulog Siap Bangun Fasilitas Pangan untuk Antisipasi Inflasi Menjelang Natal dan Tahun Baru

Idil Aqsa Akbary • Kamis, 6 November 2025 | 10:38 WIB

 

RAKOR: Sekda Kalbar Harisson memimpin rapat koordinasi bersama Perum Bulog secara virtual membahas pembangunan gudang, dan penggilingan padi di empat kabupaten, Selasa (4/11).
RAKOR: Sekda Kalbar Harisson memimpin rapat koordinasi bersama Perum Bulog secara virtual membahas pembangunan gudang, dan penggilingan padi di empat kabupaten, Selasa (4/11).

PONTIANAK POST – Pemprov Kalbar bersama Perum Bulog menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi inflasi menjelang Natal, dan Tahun Baru 2025. Salah satunya melalui pembangunan gudang, dan penggilingan padi di empat kabupaten, yakni Sambas, Ketapang, Landak, dan Bengkayang.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kalbar Harisson secara virtual dari Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (4/11). Rapat diikuti Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar Rasiwan serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Harisson menjelaskan, menjelang akhir tahun kebutuhan bahan pokok masyarakat biasanya meningkat tajam. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan inflasi, sehingga perlu diantisipasi sejak dini melalui penguatan sektor pangan daerah.

“Kita akan memasuki periode yang cukup berisiko terhadap inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Karena itu, kita bahas rencana pembangunan penggilingan, dan gudang Bulog di empat kabupaten untuk memperkuat ketahanan pangan di Kalbar,” ujarnya.

Ia memaparkan, pembangunan fasilitas difokuskan pada penggilingan padi di Sambas dan Ketapang, serta gudang Bulog di Landak dan Bengkayang. Untuk dua daerah pertama, dibutuhkan lahan sekitar dua hektare, sedangkan dua lainnya menyesuaikan standar pembangunan gudang. 

“Kami berharap pemerintah kabupaten segera menyiapkan lokasi, dan memastikan akses jalan yang bisa dilalui kendaraan besar,” tegasnya.

Harisson menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dasar agar distribusi logistik pangan berjalan lancar. Ia juga menyebut sinergi antara Pemprov, pemerintah kabupaten, dan Bulog sangat dibutuhkan agar program ini berjalan efektif.

“Program ini menjadi wujud komitmen bersama antara pemerintah, dan Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan serta menjaga ketersediaan bahan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar Rasiwan menyampaikan, pembangunan gudang, dan penggilingan padi tersebut merupakan bagian dari Program Bulog Tahun 2025 yang menitikberatkan pada penguatan sektor pangan dari hulu serta peningkatan posisi tawar petani lokal.

“Program Bulog tahun 2025 mencakup pembangunan gudang dan penggilingan padi. Ini bagian dari penugasan pemerintah untuk memperkuat sektor pangan langsung kepada petani,” ungkapnya.

Rasiwan menambahkan, Bulog berencana memperluas operasi di seluruh 14 kabupaten/kota di Kalbar. Namun, empat daerah tersebut menjadi prioritas karena kebutuhan fasilitas pascapanen yang mendesak.

“Pembangunan fasilitas ini membutuhkan akses jalan memadai agar mobil logistik dapat keluar-masuk dengan lancar. Karena waktu yang terbatas, kami berharap data dan spesifikasi lahan dapat segera disampaikan,” ujarnya.

Adapun empat kabupaten yang ditetapkan telah menyatakan kesiapan, dan dukungan penuh. Kabupaten Sambas menyiapkan lahan strategis, Ketapang siap mendukung pembangunan penggilingan, Landak memiliki lokasi di Senakin dengan akses jalan yang memadai, sedangkan Bengkayang mengusulkan lokasi di wilayah Singkawang serta berkomitmen mempercepat hibah lahan.

Pemprov Kalbar dan Bulog optimistis dapat memperkuat rantai pasok pangan, menekan laju inflasi, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.(bar/r)

Editor : Hanif
#stabilitas pangan #gudang #penggilingan padi #bulog #antisipasi #pemprov kalbar #inflasi