Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gubernur dan Kapolda Kalbar Pimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Novantar Ramses Negara • Kamis, 6 November 2025 | 11:05 WIB

 

APEL: Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto saat Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Jananuraga, Pontianak, Rabu (5/11).
APEL: Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto saat Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Jananuraga, Pontianak, Rabu (5/11).

PONTIANAK POST – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam melindungi masyarakat. Penegasan itu disampaikan usai Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Rabu (5/11).

Apel yang dipimpin langsung Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto ini diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan dan organisasi kemanusiaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguji kesiapan personel dan peralatan menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Kalbar, disebutkan bahwa bencana alam merupakan tantangan global yang menuntut kerja sama lintas sektor. Berdasarkan data UN-DRR 2025, lebih dari 124 juta jiwa di dunia terdampak bencana setiap tahunnya. Indonesia sendiri, yang berada di kawasan “Ring of Fire”, menempati peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi menurut World Risk Index 2025.

Data BNPB mencatat hingga 19 Oktober 2025 telah terjadi 2.606 bencana di Indonesia. Di antaranya 1.289 kejadian banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, serta 189 tanah longsor. Akibatnya, 361 orang meninggal dunia dan lebih dari 5,2 juta warga mengungsi.

“Polri memiliki peran strategis dalam penanganan bencana yang kompleks dan multidimensi. Karena itu, sinergi dengan seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam melindungi dan membantu masyarakat,” tegas Kapolda Pipit Rismanto.

Ia juga menyampaikan peringatan dari BMKG tentang potensi meningkatnya curah hujan akibat fenomena La Niña yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. Meskipun dalam kategori lemah, La Niña tetap berpotensi memicu curah hujan di atas normal, terutama di sebagian wilayah Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Forkopimda telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk mitigasi banjir, normalisasi sungai, hingga opsi modifikasi cuaca. “Apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” ujar Ria Norsan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang kian tidak menentu, terutama selama periode bulan ber-ber (September–Desember) yang rawan banjir dan angin kencang. Apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan dan sarana pendukung penanggulangan bencana, termasuk peninjauan dapur lapangan milik Polda Kalbar sebagai bagian dari kesiapan logistik dalam situasi darurat. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #kapolda #gubernur kalbar #Cuaca Ekstrem #Kesiapsiagaan #apel #Pipit Rismanto #Tanggap Darurat