PONTIANAK POST - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan capacity building sekaligus pelatihan dan sertifikasi kompetensi Nazhir Wakaf Kalbar 2025, Kamis (6/11). Kegiatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Kalbar ini berlangsung di Aula Hotel Golden Tulip Pontianak dan diikuti sebanyak 125 peserta dari berbagai lembaga nazhir.
Acara yang berlangsung selama dua hari, 6–7 November 2025 ini, bertujuan meningkatkan kapasitas para nazhir agar memiliki kompetensi dalam mengelola aset wakaf secara profesional dan sesuai regulasi.
Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kemenag Kalbar, Rohadi mengatakan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan para pengelola wakaf mampu melaksanakan tugas dengan tepat.
“Tujuannya agar para nazhir ini mempunyai kompetensi. Ketika dia mengelola tanah wakaf itu tidak salah baik dalam pengembangannya maupun dalam perencanaannya, pelaporannya dan kontroling-nya. Sehingga nanti teman-teman yang sudah dilantik ini dalam mengelola wakaf bisa sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.
Rohadi menjelaskan, wakaf merupakan salah satu bentuk filantropi Islam yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat. “Wakaf ini adalah filantropi Islam sehingga penggunaannya fleksibel. Semua wakaf bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Ini akan jadi rahmatan lil alamin, tidak hanya untuk umat Islam saja, asalkan penerimanya memenuhi kriteria,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lembaga masing-masing. “Kami berharap semua peserta yang telah mengikuti pelatihan agar serius, dan apa yang didapatkan dapat diterapkan di tempat atau lembaganya masing-masing sebagai nazhir yang profesional,” tutupnya. (dta/mgg/ser)
Editor : Miftahul Khair