Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

MABT Indonesia Gelar Ramah Tamah, Serap Saran Tokoh Tionghoa untuk Penguatan Adat Budaya

Hanif PP • Sabtu, 8 November 2025 | 13:36 WIB
Foto bersama pengurus DPP MABT Indonesia dan para tokoh tionghoa usai acara ramah tamah.
Foto bersama pengurus DPP MABT Indonesia dan para tokoh tionghoa usai acara ramah tamah.

PONTIANAK POST - Pengurus DPP Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia menggelar ramah tamah bersama para tokoh tionghoa di Restoran Gajahmada, Jumat, 7 November 2025. Kegiatan dihadiri para ketua yayasan, ketua marga, ketua organisasi, serta ketua pemadam.

“Malam ini, kami sampaikan rencana pelantikan pengurus. Sebelum dilantik ini, kami meminta masukkan terkait susunan kepengurusan DPP MABT Indonesia dari para tokoh. Kami sampaikan pula agenda event terdekat, pelaksanaan cap go meh. Semua sudah disampaikan pada para tokoh kita. Puji Tuhan semua berjalan baik dan lancar,” jelas Suyanto Tanjung, Ketua Umum MABT Indonesia.

Ia turut menyampaikan, besar harapan MABT Indonesia dapat menyatukan seluruh orang tionghoa di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.

“Setelah kita bersatu, tujuan berikutnya, mengembangkan adat budaya orang tionghoa. Salah satu agenda terbesar, keinginan kami bersama, adalah mewujudkan rumah adat budaya tionghoa, supaya berdiri sejajar dengan yang lain,” katanya.

Rumah adat budaya tionghoa akan menjadi tempat yang representatif bagi warga tionghoa untuk melakukan aktivitas adat dan budayanya. Termasuk, dalam pengembangan pendidikan, mulai dari bahasa mandarin hingga pertukaran budayanya.

“Teman-teman dari suku lain pun dapat lebih mengenal adat budaya tionghoa, seperti adat budaya terkait pernikahan, saat mendapat anak, saat meninggal, atau lain sebagainya,” ujarnya

MABT Indonesia pun akan memiliki kantor di Kota Pontianak. Dimana kantor tersebut akan menjadi prasarana aktivitas para pengurus dalam melayani masyarakat tionghoa. “Kalau ada dari masyarakat lain, kami juga bersedia membantu. Kita di MABT ini organisasi kemasyarakatan dengan misi sosial budaya,” katanya.

Selain masyarakat tionghoa yang solid dan harmonis secara internal, ia menyampaikan pentingnya menjaga harmonisasi dengan etnis lain. Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, sudah seharusnya sikap saling menghargai adat budaya dijunjung tinggi.

“Terkadang kita melakukan kesalahan karena ketidaktahuan. Oleh sebab itu, kita harus harmonis dan bersatu padu. Ini bisa menjadi pertukaran budaya yang baik untuk menambah khasanah kita etnis tionghoa. Mencintai NKRI ini wajib bagi etnis tionghoa. Karenanya kami punya slogan : MABT satu hati untuk negeri, NKRI,” ujarnya. (*)

Editor : Hanif
#indonesia #ramah tamah #pelantikan #pontianak #cap go meh #tokoh tionghoa #MABT