PONTIANAK POST – Laga puncak Final Kejuaraan Basket Walikota Cup 2025 menyuguhkan tontonan penuh gengsi dan ketegangan tinggi.
Pertandingan yang digelar di GOR Perbasi Kota Pontianak, Sabtu (8/11), mempertemukan dua tim kuat, BBM × AIKA melawan HFX, yang sama-sama tampil dengan performa impresif sejak babak penyisihan.
Ratusan penonton memadati tribun untuk menyaksikan perebutan gelar juara, dan mereka disuguhkan duel seru yang berlangsung dengan tempo cepat dan intensitas tinggi hingga menit terakhir pertandingan.
Sejak kuarter pertama, BBM × AIKA langsung menunjukkan dominasinya.
Keunggulan mereka terus bertahan hingga kuarter ketiga dengan skor 64–62, meski sempat beberapa kali ditekan oleh permainan cepat HFX.
Namun, memasuki kuarter keempat, situasi berubah drastis. Tim HFX tampil lebih solid dan disiplin dalam bertahan, serta mampu memanfaatkan peluang serangan balik dengan efisien.
Hasilnya, HFX sukses membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 93–85, sekaligus memastikan diri sebagai juara Walikota Cup 2025.
Laga ini juga semakin menarik karena kehadiran pemain asing di kedua tim.
HFX diperkuat oleh AJ Bramah, juara Slam Dunk Contest dalam ajang IBL All-Star 2025, serta Brachon Griffin, mantan MVP saat memperkuat Satria Muda di ajang Mandiri IBL.
Sementara BBM × AIKA mengandalkan Xavier Connefax, pemain yang pernah membela Bali United di Liga IBL.
Usai pertandingan laga final, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Almutahar, yang turut menyaksikan langsung pertandingan final, mengapresiasi kualitas kompetisi dan semangat para pemain.
“Pertandingan ini seru, menegangkan, dan ada intrik. Itulah permainan basket yang ada dinamika. Untuk sebuah pertandingan, ini luar biasa dan menarik,” ujarnya.
Rizal juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara yang berhasil menghadirkan pemain-pemain asing dalam turnamen ini.
Menurutnya, kehadiran pemain luar negeri menjadi pembelajaran berharga bagi atlet-atlet basket Kalbar, khususnya di Kota Pontianak.
“Ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan klub-klub lokal sekaligus memperluas wawasan mereka,” katanya.
Ia berharap, turnamen Walikota Cup dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan semakin besar di masa mendatang.
“Semoga tahun depan seri kedua bisa menghadirkan lebih banyak pemain nasional maupun internasional, sehingga menjadi kebanggaan bagi dunia perbasketan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” pungkasnya. (sti)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro