PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, Pertamina, dan Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalbar aman untuk perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Pemprov Kalbar telah menindaklanjuti aspirasi para sopir truk yang sebelumnya menggelar aksi damai terkait kelangkaan solar di beberapa daerah. Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 500.10/224/RO-EKON tentang penyediaan, pendistribusian, dan penyaluran Solar di Kalimantan Barat," kata Krisantus Kurniawan, dikutip dari Antara, Sabtu.
Krisantus menjelaskan, pihaknya sudah membahas ketersediaan BBM subsidi jenis solar (Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu/JBT), evaluasi instruksi gubernur terkait pendistribusian solar, serta upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
"Kuota BBM subsidi untuk Kalbar tahun ini ditetapkan sebesar 474.801 kiloliter, atau 79,33 persen dari total usulan 598.477 kiloliter. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius agar penyalurannya tepat sasaran dan tetap stabil selama periode Natal dan tahun baru," katanya pula.
Krisantus menjelaskan, Pemprov Kalbar telah membentuk Tim Pengendalian dan Pengawasan Penyaluran JBT dan Jenis BBM Khusus Penugasan/JBKP sebagai tindak lanjut kerja sama antara BPH Migas dan pemerintah daerah. Tim ini bertugas melakukan pemantauan dan menyelesaikan berbagai persoalan penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Menurutnya, tantangan utama pengawasan antara lain perbedaan harga tinggi antara BBM subsidi dan nonsubsidi, potensi penyalahgunaan oleh pihak tidak berhak, serta keterbatasan kontrol dalam distribusi.
"Melalui rapat ini, kami berharap lahir langkah-langkah pengendalian dan pengawasan yang lebih efektif, terutama menghadapi meningkatnya kebutuhan energi di akhir tahun," katanya.
Sementara itu, Komite BPH Migas Abdul Halim menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha penugasan BBM subsidi, serta menyiapkan langkah bersama AKR Corporindo untuk menjamin kelancaran pasokan.
"Secara umum penyaluran BBM di Kalbar selama ini berjalan aman dan lancar. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan tahun baru, Pertamina menyiapkan layanan tambahan seperti SPBU siaga, kios Pertamina siaga, motoris, serta mobil tangki standby di titik-titik strategis," kata Halim.
Ia menambahkan bahwa BPH Migas juga telah mengoperasikan posko pemantauan berbasis CCTV dari Jakarta untuk memantau potensi kelangkaan, kekurangan pasokan, kemacetan, dan antrean di berbagai daerah.
"Dengan sistem ini, kami dapat berkoordinasi langsung dengan para koordinator di daerah apabila terjadi indikasi gangguan distribusi," katanya pula. (ant)
Editor : Hanif