PONTIANAK POST - Langkah Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra rupanya tidak disambut hangat di Kalimantan Barat. Justru, penolakan tegas datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra hampir di seluruh Indonesia termasuk di Kalbar bersama 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Barat.
Sikap politik itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar Yuliansyah, dalam konferensi pers di Kantor DPD Partai Gerindra Kalbar, Jumat kemarin.
"Kami menolak rencana bergabungnya Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra. Ini sikap tegas kami bersama 14 DPC di seluruh Kalimantan Barat,” ujarnya di hadapan jajaran pengurus dan kader.
Dalam penjelasannya, Yuliansyah menegaskan bahwa Partai Gerindra adalah partai yang tumbuh dari proses panjang, pengorbanan, dan kaderisasi yang sistematis. Ia menolak keras jika ada pihak yang ingin menumpang popularitas atau kekuasaan tanpa melalui jalur perjuangan partai. "Gerindra adalah partai kader yang lahir dari perjuangan, bukan dari karbitan dan kepentingan sesaat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem kaderisasi di tubuh Gerindra berjalan berjenjang dan berlandaskan ideologi perjuangan yang telah dirintis sejak awal oleh para pendiri partai. Karena itu, setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah dan integritas partai.
Salah satu pengurus DPD Gerindra Kalbar turut menegaskan, banyak kader Gerindra di daerah yang telah berjuang tanpa pamrih, bahkan mengorbankan tenaga, harta, dan waktu demi menjaga garis perjuangan partai.
"Ada kader-kader setia yang terpinggirkan karena memilih bertahan pada keyakinan, bukan kekuasaan. Mereka inilah bukti bahwa Gerindra berdiri di atas keikhlasan perjuangan, bukan oportunisme,” ucapnya.
Menurut Yuliansyah, semangat seperti inilah yang harus dijaga. Ia menilai bahwa masuknya figur baru hanya ketika partai berada di puncak kekuasaan, justru mencederai semangat perjuangan yang telah dibangun oleh para kader sejak lama.
Yuliansyah menegaskan bahwa Gerindra bukanlah tempat berlindung bagi “penumpang kemenangan,” melainkan rumah bagi pejuang yang tetap berdiri tegak bahkan di tengah badai. "Gerindra bukan rumah singgah politik. Ini rumah perjuangan. Marwah partai harus dijaga dengan integritas, bukan ambisi pribadi,” ujarnya.
Penolakan yang disampaikan DPD Gerindra Kalbar ini disebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh DPC se-Kalimantan Barat, yang ingin memastikan agar partai tetap konsisten menjaga jati diri perjuangan dan tidak menjadi ajang persinggahan politik sesaat.
Dengan pernyataan ini, DPD Gerindra Kalbar mempertegas bahwa soliditas dan kesetiaan kader adalah harga mati, sekaligus pesan bahwa perjuangan politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan tentang menjaga nilai, loyalitas, dan kehormatan partai. (den)
Editor : Hanif