PONTIANAK POST - Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Barat, Arif Joni Prasetyo, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo memiliki jiwa besar dan sikap kenegarawanan, sebagaimana filosofi Jawa “Mikul Dhuwur, Mendhem Jero” menjunjung tinggi jasa para pendahulu bangsa ini.
“Ini bukti bahwa Pemerintahan Prabowo menjunjung tinggi dan menghargai jasa anak bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan negara dan melupakan kalau mereka ada kekurangan termasuk kepada Presiden Soeharto,” ujarnya di Pontianak, Senin (11/11).
Arif menilai, gelar pahlawan yang diberikan kepada Soeharto bukan sekadar keputusan politis, tetapi melalui proses seleksi ketat dan pertimbangan mendalam.
Baca Juga: DJP dan Pemda Kalbar Perpanjang PKS OP4D untuk Optimalkan Pemungutan Pajak
"Tentu tim penilai pahlawan sudah memiliki alasan dan dokumen yang cukup. Sehingga layak menetapkan gelar tersebut,” kata anggota DPRD Kalbar dari dapil Kota Pontianak ini.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi momen yang tepat karena diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. "Sudah sepatutnya gelar ini dianugerahkan kepada anak bangsa yang semasa hidupnya berjuang demi kemajuan negeri,” ucapnya.
Sebagai Bapak Pembangunan, Soeharto dinilai memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas negara pasca peristiwa G30S/PKI dan membangun fondasi ekonomi nasional.
“Beliau memiliki peran kritikal, termasuk dalam penumpasan G30S/PKI dan membangun arah pembangunan nasional,” tutur Arif.
Politisi senior PKS Kalbar ini menilai, pengakuan ini tidak hanya berlaku untuk Soeharto, tetapi juga bagi tokoh-tokoh lain yang turut mendapat gelar pahlawan nasional tahun ini, seperti KH Kholil Bangkalan, Gus Dur, Marsinah, dan Sarwo Edhie Wibowo. “Semua tokoh itu punya kontribusi besar terhadap bangsa, sesuai kriteria tim seleksi pahlawan nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Musda VI DPD PKS Mempawah Jadi Ajang Evaluasi dan Konsolidasi Partai
Dalam kesempatan itu, Arif Joni juga menyatakan dukungannya terhadap pesan Presiden Prabowo yang mengajak masyarakat untuk menghormati semua pemimpin bangsa tanpa terkecuali.
“Presiden Prabowo mengingatkan kita untuk menghormati semua pemimpin yang telah berjasa. Saya sangat setuju dengan pesan beliau yang mengutip pepatah Jawa, ‘mikul dhuwur mendhem jero’,” ujarnya.
Menurutnya, sikap saling menghargai jasa para pendahulu penting untuk menjaga persatuan dan menumbuhkan semangat nasionalisme. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya. Ini pesan moral yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair