PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin meminta masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Kapuas serta daerah rentan banjir untuk waspada terhadap pasang air laut. Orang tua juga diminta untuk melihat aktivitas anak-anaknya, terutama ketika air tengah pasang tinggi.
“Ini masuk musim pasang air laut. Saya minta masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kapuas dan daerah rawan banjir untuk waspada. Bagi Orang tua, saya minta untuk melihat aktivitas anak-anaknya saat musim air pasang,” ungkap Satarudin, Selasa (11/11).
Dijelaskan dia, ketika kondisi air tengah pasang tinggi, kejadian musibah bisa saja terjadi. Seperti anak tenggelam saat bermain air. Oleh sebab itu, dia mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak-anak saat musim pasang datang.
Pasang tinggi ini diperkirakan terjadi pada pukul 11 siang. Jam-jam orang tua beraktivitas. Dijelaskan dia, saat air pasang arus Sungai Kapuas juga semakin kuat sehingga ketika anak-anak jatuh dan tak bisa berenang, akan membahayakan jiwanya.
Dia meminta, selama musim pasang air laut ini BPBD dapat sigap. Takutnya terjadi hal tidak diinginkan. Koordinasi mesti dilakukan BPBD dengan pihak kecamatan dan kelurahan, terutama di daerah tepian Sungai Kapuas dan daerah rawan banjir.
Akan lebih rawan, ketika air pasang tinggi ditambah dengan hujan turun dengan intensitas tinggi ditambah angin kencang. “Rumah takutnya juga masuk air. Bagian atap rumah juga rawan rusak akibat angin kencang,” ujarnya.
Peralihan musim dan cuaca ini kata Satar tak bisa dihindari. Namun kejadian ala mini bisa dipelajari dengan meminimalisir terjadinya bencana yang bisa saja datang sewaktu-waktu.
Ketika semua dalam keadaan siap, saat terjadi hal yang tidak diinginkan masyarakat dan pihak terkait bisa sigap dalam upaya mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan.
Sejauh ini kerja teman-teman BPBD dan OPD lain dalam bekerja ketika terjadi musibah, begitu cepat responnya. Tetapi penguatan mesti dilakukan terus. Terutama dalam menghadapi kejadian bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Alur penanganan bencana ini sudah harus disusun. Pemkot Pontianak juga mesti belajar dengan alam. Sebab sepanjang tahun kejadian yang kerap menerpa kota ini adalah banjir dan angin kencang.
“Inikan butuh perencanaan. Apa saja yang mesti dilakukan ketika bencana datang, alurnya sudah harus disusun, karena bencana bisa terjadi kapan saja. Seperti pasang air laut, inikan harus menjadi perhatian juga, terutama bagi masyarakat di tepian Sungai Kapuas,” ujarnya.(iza)
Editor : Hanif