PONTIANAK POST – Kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) berubah semarak pada Senin pagi (11/11). Ratusan peserta dari berbagai provinsi mengikuti jalan santai yang menjadi bagian dari rangkaian agenda Asosiasi Pemerintahan Provinsi Se-Indonesia (APPSI). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Monitoring Capaian Pembangunan Tahap I dan II IKN, serta pengukuhan pengurus APPSI bersama Komisi II DPR RI dan mitra kerja.
Kegiatan yang diinisiasi APPSI bersama Komisi II DPR RI tersebut menjadi momentum penting memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan IKN — simbol babak baru tata kelola pemerintahan Indonesia.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, hadir sejak pagi di titik start depan Hunian ASN 1 IKN. Ia tampak berbaur bersama peserta, mengabadikan momen, dan menikmati suasana kebersamaan. Seusai jalan santai, rombongan melanjutkan agenda penanaman pohon di Titik Nol IKN, sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Saya terharu melihat ini, karena untuk pertama kalinya kegiatan besar semacam ini diinisiasi langsung oleh APPSI dan Komisi II DPR RI, serta dilaksanakan di kawasan inti IKN. Alhamdulillah, pagi ini kita baru selesai jalan santai, kemudian dilanjutkan penanaman pohon di Titik Nol. Semoga penanaman ini menjadi jejak hijau yang kita wariskan di IKN,” ujar Ria Norsan.
Di sela kegiatan, Gubernur Kalbar juga berbincang dengan para gubernur dari berbagai provinsi dan sejumlah tamu VIP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan IKN membutuhkan komitmen bersama seluruh kepala daerah di Indonesia.
“Otorita IKN bukan hanya ikon, tetapi wajah baru Indonesia dalam tata kelola pemerintahan dan simbol peradaban baru. Banyak standar yang harus dipenuhi untuk berkegiatan di IKN, namun alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan baik. Ke depan tentu kita akan terus mendukung pembangunan IKN,” tegasnya.
Kegiatan jalan santai dan penanaman pohon di kawasan inti IKN ini menjadi penanda kuat dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus penguatan konsep go green di pusat pemerintahan baru Indonesia. (mse)
Editor : Hanif