PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin optimis jika serapan anggaran daerah di akhir tahun bisa mencapai 96 persen. Saat ini, banyak program tengah berjalan, dari semua organisasi perangkat daerah (OPD).
“Semua kegiatan di OPD sudah berjalan. Hingga akhir tahun nanti, saya optimis jika serapan anggaran bisa di atas 96 persen. Serapan paling besar pastinya program pembangunan infrastruktur,” ujar Satraudin kepada Pontianak Post, Rabu (12/11).
Kesemua program yang berjalan ini merupakan rencana program yang tersusun di semua program OPD. Memang diakuinya, ada program terpaksa dibatalkan atau dialihkan di tahun depan.
Alasannya karena efisiensi anggaran, sehingga Pemkot Pontianak bersama DPRD melakukan penyaringan kembali guna melihat program prioritas dan keutamaan program itu pastinya mesti menyentuh masyarakat banyak.
Saat ini, program infrastruktur sudah mulai berjalan. Seperti lanjutan pembangunan trotoar, peningkatan kualitas jalan lingkungan dan drainase hingga pengerjaan turap di beberapa daerah Kota Pontianak.
Jika semua pekerjaan fisik tersebut selesai, dia yakin serapan anggaran Pontianak akan meningkat. Bahkan dia optimis di akhir tahun, serapannya bisa mencapai 96 persen ke atas.
Dia mengingatkan kepada pelaksana pekerjaan di lapangan, untuk memperhatikan kontrak kerja. Mengingat ini akan memasuki musim hujan, akan menjadi tantangan bagi pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai kontrak kerjanya.
Kemudian tambahnya, di tahun depan akibat efisiensi anggaran dengan imbas pengurangan Transfer ke Daerah dari pusat untuk Pontianak menyentuh angka dua ratusan miliar lebih. Pastinya, ini menjadi tantangan pemerintah bagaimana program bisa berjalan dan semuanya tetap sesuai yang telah direncanakan.
Untuk Kota Pontianak, Satar optimis meski pengurangan TKD ini jumlahnya besar, namun program-program masih bisa berjalan. Sama juga dengan pembayaran belanja pegawai, dipastikan tidak akan berpengaruh dengan TKD.
Meski begitu, Satar mengajak semua perangkat OPD yang memiliki tugas untuk melihat potensi pendapatan daerah lebih digenjot tahun depan. Baik dari sisi inovasi dan lainnya. Begitu juga soal kepemilikan aset, diharap juga bisa menjadi pundi-pundi untuk menambah kas daerah di tahun depan.
Jika keuangan daerah bisa terus naik, maka berbagai program terencana juga bisa dijalankan di tahun depan.
“Ini juga menjadi tantangan kita (eksekutif-legislatif). Oleh semua itu, dibutuhkan sumbangsih pemikiran untuk memajukan kota ini. sebab semakin tahun semakin banyak tantangan dan persoalan yang dihadapi di kota ini. Saya berharap dari keterbatasan ini bisa kita jadikan dasar untuk bersama memajukan kota ini,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif