Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Imunisasi Dinilai Sebagai Cara Paling Efektif Cegah Penyakit dan Jaga Kesehatan Masyarakat

Marsita Riandini • Jumat, 14 November 2025 | 07:52 WIB

 

Imunisasi dasar lengkap menjadi ikhtiar utama dalam rangka mencegah dampak buruk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31), termasuk difteri. (Dok. Jawa Pos)
Imunisasi dasar lengkap menjadi ikhtiar utama dalam rangka mencegah dampak buruk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31), termasuk difteri. (Dok. Jawa Pos)

PONTIANAK POST - Imunisasi menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyakit berbahaya dan menjaga kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. 

Ade Wahyuni, perawat di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie menjelaskan setiap tahun, tepatnya tanggal 10 November dunia memperingati Hari Imunisasi sedunia sebagai bentuk kepedulian global terhadap pentingnya imunisasi dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Tema Hari Imunisasi Sedunia tahun ini adalah “Immunization for All is Humanly Possible” yakni menekankan pentingnya imunisasi untuk semua. Sementara Indonesia mengangkat tema "Lengkapi Imunisasi untuk Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas." 

Peringatan ini sebagai pengingat akan pentingnya imunisasi dalam mengurangi penyakit, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Kini peringatan ini makin relevan karena masih ada tantangan cakupan imunisasi dan kepercayaan publik terhadap vaksin, misalnya banyak mitos tentang vaksin yang menyesatkan.

"Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa imunisasi adalah salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penyakit berbahaya dan menjaga kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia," ujarnya.

Ia menjelaskan ada tiga macam imunisasi, yaitu imunisasi rutin atau dasar, imunisasi tambahan, dan imunisasi khusus.

"Imunisasi adalah proses pemberian mikroorganisme yang dilemahkan ke dalam tubuh agar terjadi kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan mikroorganisme penyebab penyakit di masa mendatang," jelasnya.

Imunisasi memiliki manfaat sangat besar, melindungi dari penyakit berbahaya, memperkecil kemungkinan terjangkit penyakit berat, membantu sistem kekebalan tubuh agar menjadi lebih kuat.

"Namun, masih ada sebagian masyarakat yang ragu atau menunda imunisasi karena kurangnya informasi yang benar. Oleh sebab itu, penyuluhan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa imunisasi aman, terbukti efektif, dan menjadi tanggung jawab bersama,"  ungkapnya.

Menurutnya, imunisasi dasar diberikan pada bayi dan anak sejak lahir hingga usia 12 bulan, seperti vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis, vaksin DPT untuk difteri, pertusis, dan tetanus, vaksin polio, serta vaksin campak.

Sedangkan imunisasi lanjutan diberikan pada usia sekolah dan remaja, seperti vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, serta vaksin booster DPT dan campak agar kekebalan tetap terjaga.

Selain itu, dianjurkan imunisasi tambahan seperti vaksin influenza, hepatitis, dan COVID-19 atau saat kejadian luar biasa diberikan vaksin difteri dan rubella sesuai anjuran tenaga kesehatan.Sedangkan imunisasi khusus seperti vaksin meningitis bagi para calon jemaah haji atau umrah.

"Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, dan terus dukung program imunisasi nasional. Dengan imunisasi, kita wujudkan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan bebas penyakit berbahaya," jelasnya.(mrd)

Editor : Hanif
#langkah utama #Hari Imunisasi Sedunia #cegah penyakit #Vaksinasi #imunisasi