PONTIANAK POST - Kontingen Kalbar berhasil meraih 9 medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional 2025 di Banten. Hasil ini diumumkan pada penutupan OMI Tingkat Nasional oleh Menteri Agama, Nazaruddin Umar.
Adapun 9 medali yang diraih yakni 4 medali perak untuk cabang Matematika MA atas nama Zalika Afarina Azura, asal MAN 1 Pontianak, cabang Fisika MA atas nama Fatih Hawwari, asal MAN IC Sambas, cabang Kimia MA atas nama Rezky Muhammad Okta, asal MAN 2 Pontianak, dan cabang Matematika MI atas nama Laisa Annisa Azzahra asal MIN 1 Pontianak.
Sementara perolehan 5 medali perunggu diraih dari cabang Matematika MA atas nama Sintia Novita, asal sekolah MA Ashomadiyah Singkawang, cabang Biologi MA atas nama Putra Ananda Anugrah Pratama, asal MAN IC Sambas, cabang Matematika MTS atas nama Kalisah Kelsy Putri Kurniawan, asal SMP Muhammadiyah Pontianak, cabang IPA MTS atas nama Aisya Aqilla Adiningrum, asal MTsN Singkawang, serta IPAS MI atas nama Rafanda Hanifa Miesya asal MI Ushuludin Singkawang.
Melalui OMI, tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter unggul dan moderat yang menjadi ciri khas madrasah Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis bangga dengan pencapaian kontingen Kalbar yang telah berjuang dengan penuh komitmen selama pelaksanaan OMI.
“Partisipasi kita dalam OMI bukan semata tentang kompetisi, tetapi tentang kebersamaan, semangat berprestasi, dan kontribusi nyata madrasah dalam membangun pendidikan yang berkarakter, ditambah prestasi yang kita raih cukup banyak, yaitu 4 medali perak dan 5 medali perunggu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa kegiatan OMI menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi di kalangan siswa madrasah.
“OMI ini menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang. Saya berharap semangat ini terus dijaga dan dikembangkan, agar madrasah di Kalimantan Barat semakin maju dan menjadi kebanggaan kita semua,” tutur Kakanwil.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru pembimbing, official, serta seluruh panitia atas kerja keras dan dedikasi dalam mendampingi peserta sejak tahap seleksi hingga ajang nasional.
“Kerja keras dan kekompakan inilah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Saya bangga terhadap seluruh peserta dan tim yang telah memberikan yang terbaik untuk Kalimantan Barat,” tambahnya. (mrd)
Editor : Hanif