Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bank Indonesia Luncurkan Layanan QRIS Cross Border Pertama untuk Pembayaran Lintas Batas Negara di Kalbar

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 15 November 2025 | 16:02 WIB
Petugas membawa uang rupiah dalam kegiatan layanan kas keliling susur sungai oleh Bank Indonesia.
Petugas membawa uang rupiah dalam kegiatan layanan kas keliling susur sungai oleh Bank Indonesia.

PONTIANAK POST - Bank Indonesia Kalimantan Barat meluncurkan layanan Qris Cross Border pertama di Indonesia, untuk pembayaran jasa asuransi lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh Warga Negara Asing (WNA) melalui PLBN Aruk, PLBN Nanga Badau, dan PLBN Entikong. Inovasi penbayaran digital ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia dengan Bank Kalbar dan Jasa Raharja.

"Implementasi ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk pembayaran jasa asuransi lintas batas di PLBN Kalimantan Barat," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Doni Septadijaya dalam siaran persnya kemarin.

Peluncuran layanan ini bagian dari kegiatan Layanan Perbankan Nusantara (Lentera) Batas Negeri yang diinisiasi Bank Indonesia. Kegiatan yang  dipusatkan di Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 November 2025.

Sebelum peluncuran layanan pembayaran digital ini, Bank Indonesia menggelar Layanan Kas Keliling Susur Sungai di Pasar Sekura pada tanggal 11 November 2025 dan di Sungai Sambas Besar sebagai implementasi kebijakan clean money policy. Doni menyebutkan, melalui layanan ini, masyarakat antusias menukarkan uang lusuh dengan uang Rupiah yang baru dan layak edar. Selain itu, digelar juga edukasi bagi 130 siswa SMK Negeri 1 Sajingan.

"Ini bentuk nyata kehadiran lembaga di wilayah perbatasan, memastikan masyarakat memperoleh layanan keuangan yang inklusif, uang Rupiah yang layak edar, serta akses terhadap sistem pembayaran digital yang modern dan aman," imbuh Doni.

Puncak kegiatan berlangsung pada 13 November 2025 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Sejumlah lembaga ikut hadir, seperti Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, OJK, BPKP, Bapenda Provinsi Kalimantan Barat, dan ISEI Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sambas.

Sepanjang kegiatan tercatat penukaran uang rupiah di perbatasan mencapai Rp630 juta. "Kegiatan ini merupakan perwujudan penguatan sinergi dan kolaborasi lintas lembaga," tambah Doni.

Selain kegiatan layanan keuangan, kegiatan lain yang digelar yakni Forum Group Discussion (FGD) bertema Optimalisasi Konservasi Penyu Hijau sebagai Eko Wisata di Kabupaten Sambas. Diskusi itu mendatangkan narasumber dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas dan Pokdarwis Penyu Hijau Lestari, untuk membahas potensi ekonomi hijau dan pariwisata berbasis digital yang bermanfaat bagi masyarakat perbatasan.

Doni menjelaskan bahwa Lentera Batas Negeri merupakan upaya konsisten Bank Indonesia yang bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat kedaulatan Rupiah, meningkatkan literasi keuangan, serta memperluas akseptasi digital pembayaran di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia memastikan setiap masyarakat Indonesia, termasuk di perbatasan, dapat menikmati layanan keuangan yang inklusif, efisien, dan berdaya saing," pungkas Doni. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#indonesia #kalbar #Lintas Batas Negara #malaysia #QRIS Cross Border