PONTIANAK POST — Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,, Dr. Rasiam menekankan pentingnya integrasi ekonomi dan keuangan syariah ke dalam kebijakan pembangunan nasional dan daerah.
“Hal sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya saat menyampaikan materi muatan ekonomi dan keuangan syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada kegiatan Guest Lecture internasional di Jambi, belum lama ini.
Forum bergengsi ini dihadiri oleh delegasi dari Malaysia, Thailand, dan Oman, serta para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se-Indonesia dan mahasiswa FEBI.
Surat Edaran Kemendagri nomor tentang Kolaborasi Lintas Urusan Daerah Dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Syariah di Daerah menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memuat ekonomi syariah berupa keuangan syariah (bank dan BPR Syariah), Keuangan Sosial Syariah (Zakat dan Wakaf), dan Halal Value Chain (industri, fesyen, dan wisata halal).
"Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) khusus Fakultas FEBI bisa menjadi mitra strategis khususnya dibidang pengembangan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah melalui pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ribuan mahasiswa FEBI menjadi motor penggerak," ungkapnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Samsul Hidayat, menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dalam rangkaian kegiatan Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu (12/11).
Penandatanganan MoA ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat jejaring kerjasama antarfakultas ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.
Kesepakatan tersebut mencakup bidang-bidang yang berlandaskan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Samsul berharap kerjasama dapat menjadi sarana penguatan kapasitas akademik dan kolaborasi antarperguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
“Kerjasama ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan ekonomi Islam, riset kolaboratif, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa,” ujar Samsul.
Selain penandatanganan MoA, kegiatan Kongres AFEBIS juga dirangkaikan dengan seminar nasional, diskusi ilmiah, serta perumusan arah strategis pengembangan fakultas ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh para dekan, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Melalui partisipasi aktif dalam kongres ini, FEBI IAIN Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas akademik, riset terapan, dan pengabdian masyarakat yang berbasis nilai-nilai Islam, guna mewujudkan fakultas ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro