Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

PD IAI Kalbar Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Obat, Cegah Penyalahgunaan dan Efek Samping Berbahaya

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 18 November 2025 | 15:45 WIB
Masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam rangka peringatan Hari Apoteker Sedunia.
Masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam rangka peringatan Hari Apoteker Sedunia.

PONTIANAK POST - Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia Kalimantan Barat Wahyudi mengatakan, momentum peringatan Hari Apoteker Sedunia belum lama ini, dilakukan dengan mengedukasi masyarakat tentang Gerakan Keluarga Sadar Obat. Dengan kuatnya literasi masyarakat tentang gerakan tersebut, dapat mencegah terjadi penyalahgunaan obat.

“Gerakan sadar obat bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang penggunaan obat yang aman, tepat dan bertanggung jawab,” ujar Wahyudi belum lama ini.

Dipaparkan dia, edukasi DAGUSIBU yaitu dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat dengan benar. Gerakan ini berupaya untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan obat terutama penggunaan obat keras dan antibiotik tanpa resep.

Gerakan sadar obat juga mendorong masyarakat untuk membiasakan diri membaca label, aturan pakai, dosis serta memperhatikan efek samping dan tanggal kadaluarsa. Dengan adanya pemahaman itu resiko efek samping, keracunan dan overdosis dapat diminimalisir.

Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Seperti pemeriksaan mata bekerjasama dengan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Pontianak, Pemeriksaan Gula Gratis, Donor Darah, dan edukasi terkait zat berbahaya yang ada disekitar kami, dan pemeriksaan zat tersebut bersama Balai Besar POM di Pontianak.

Di tempat yang sama, Kepala BBPOM di Pontianak, Hariani menyampaikan Balai Besar POM di Pontianak juga hadir untuk bisa memberdayakan apoteker dalam upaya edukasi bersama.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pasien atau konsumen kalau mau membeli obat ke apotek, dan bisa konsultasi terkait obat kepada apoteker nya. Sehingga jangan sembarangan dalam pemakaian obatnya dan dosisnya, kami juga edukasi gimana menyimpannya, kalau sudah tidak dibutuhkan lagi dan gimana membuangnya,” ujarnya.

Dia menyampaikan juga terkait Program ABSO, singkatan dari Ayo Buang Sampah Obat (dengan Benar), yang merupakan sebuah gerakan nasional yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)Republik Indonesia.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah obat-obatan (kadaluarsa, rusak, atau sisa) secara tepat dan aman. “Nah di Kalbar akan kita lakukan juga supaya berkelanjutan,” ucapnya.

Kemudian untuk Program AMR Mikroba merujuk pada Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di Indonesia,  bertujuan mengatasi resistensi mikroorganisme terhadap obat-obatan antimikroba. Pada program ini, para pasien dan konsumen diminta tidak sembarangan menggunakan antibiotik.

"Intinya adalah dengan kehadiran apoteker ini para teman sejawat bisa memberikan informasi ketersediaan farmasi selain obat, ada kosmetik, ada obat tradisional, suplemen kesehatan dan informasi terkait pangan. Ini semua bisa dijelaskan oleh apoteker gimana menggunakan sampai dengan tidak menggunakannya,” ujarnya.

Ketua Panitia Sekaligus Kepala BKMM Kota Pontianak, Sri Suharni, menyebut ada ratusan peserta yang hadir memeriahkan puncak acara Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) 2025 di Kota Pontianak. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Pontianak, terutama dalam menjaga kesehatan tubuh. (iza)

Editor : Miftahul Khair
#BBPOM #gerakan keluarga sadar obat #edukasi #hari apoteker sedunia