Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rute Penerbangan Pontianak–Kuching Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Kalbar-Sarawak, Capai Lonjakan Wisman

Siti Sulbiyah • Kamis, 20 November 2025 | 09:24 WIB

 

Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.
Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Dibukanya kembali rute penerbangan Pontianak–Kuching membawa dampak positif signifikan bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Kalimantan Barat maupun Sarawak, Malaysia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menunjukkan tren positif pada 2024–2025.

Pada 2024, tercatat 57.458 orang masuk ke Indonesia melalui PLBN Entikong, naik dari 56.628 pada 2023. Sementara jumlah penumpang keluar meningkat menjadi 148.139 orang dari sebelumnya 137.569 orang.

Ketua Iwapi Kalbar, Oktavia, menyoroti fakta bahwa lebih banyak warga Kalbar yang berkunjung ke Malaysia dibanding sebaliknya. “Kuching menawarkan tata kota rapi, infrastruktur jalan baik, lalu lintas tertib, kuliner khas, bahkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan terjangkau. Tak heran banyak warga kita memilih berobat dan berwisata ke sana,” ujarnya.

Oktavia menilai, rute penerbangan ini menunjukkan bahwa rute pesawat Pontianak–Kuching tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan industri kreatif kedua wilayah, memperkuat kerja sama lintas batas yang saling menguntungkan.

Di sisi pariwisata Kalbar, dibukanya rute internasional Bandara Supadio Pontianak sejak September 2025 mendorong lonjakan kunjungan wisman. Data BPS Kalbar mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi ini pada September 2025 mencapai 11.384 kunjungan, naik 41,54 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 8.043 kunjungan.

Secara kumulatif Januari–September 2025, terdapat 78.303 wisman, meningkat 19,75 persen dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan pintu kedatangan melalui Bandara Supadio bahkan melonjak hampir 3.000 persen seiring dibukanya penerbangan internasional.

Sementara itu, Sarawak mencatat prestasi ekonomi dan pariwisata yang kuat. Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Datuk Seri Abdul Karim Rahman Hamzah, menyebutkan pendapatan pariwisata provinsi pada Oktober 2025 mencapai RM1.043.666.000 atau sekitar 4,2 triliun Rupiah. Jumlah pengunjung Oktober 2025 tercatat 414.225 orang, di mana 212.250 wisatawan merupakan wisatawan mancanegara. Sebagian dari angka itu tentu berasal dari wisatawan Kalbar.

“Angka ini mempertahankan momentum Sarawak yang secara konsisten mencatat pendapatan lebih dari RM1 miliar setiap bulan sejak Januari, menandakan kepercayaan wisatawan terhadap produk pariwisata kami,” ujar Abdul Karim saat acara penghargaan makan malam Festival We Are Kindred (WAK) 2025, Selasa (18/11), dikutip dari berbagai sumber.

Abdul Karim optimis Sarawak mampu mencapai target lima juta wisatawan pada 2025 meski hanya tersisa dua bulan sebelum akhir tahun. Pemerintah provinsi berencana memperkuat posisi Sarawak sebagai destinasi utama kawasan melalui acara berdampak tinggi, promosi agresif, dan pengembangan produk pariwisata baru. “WAK akan terus menjadi pencetus dalam membentuk arah industri kreatif Sarawak dan platform inovasi serta eksplorasi budaya,” katanya.  (sti)

Editor : Hanif
#ekonomi kalbar #pariwisata #Sarawak #penerbangan #pontianak #kunjungan wisman #peningkatan pendapatan #lonjakan #kuching