Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Usia Harapan Hidup di Pontianak Tertinggi di Kalbar, Pemerintah Harap Lansia Tetap Produktif

Siti Sulbiyah • Kamis, 20 November 2025 | 10:30 WIB
PERIKSA : Kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak di Masjid Hidayatush Shalihin, Pontianak, Rabu (19/11).
PERIKSA : Kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak di Masjid Hidayatush Shalihin, Pontianak, Rabu (19/11).

PONTIANAK - Direktur RSUD Siantan, Nuzulisa Zulkifli, menyampaikan bahwa angka harapan hidup di Kota Pontianak saat ini sudah cukup tinggi, dengan rata-rata mencapai 75 hingga 76 tahun. Meskipun usia harapan hidup semakin panjang, ia berharap agar penduduk yang telah memasuki usia lanjut tetap dapat menjaga kesehatan dan menjalani kehidupan yang produktif.

"Harapannya, lansia yang umurnya sudah lebih panjang bisa tetap sehat dan produktif, sehingga tidak membebani baik anggota keluarganya maupun masyarakat di sekitarnya," ujar Nuzulisa usai kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis yang digelar oleh Baznas Kota Pontianak dan masjid Hidayatush Shalihin, Rabu (19/11).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Umur Harapan Hidup (UHH) di provinsi ini pada tahun 2025 mencapai 74,28 tahun, meningkat 1,07 tahun dibandingkan dengan UHH pada tahun 2020 yang tercatat 73,21 tahun. Di antara berbagai kabupaten/kota di Kalbar, Kota Pontianak memiliki UHH tertinggi dengan angka 75,96 tahun, diikuti oleh Kota Singkawang dengan 75,23 tahun. 

Nuzulisa mengajak masyarakat, terutama lansia dan pralansia, untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang sering kali digelar di berbagai lokasi. Salah satunya seperti yang dilakukan Baznas Kota Pontianak yang menggelar cek kesehatan untuk jemaah Masjid Hidayatush Shalihin.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan untuk melakukan deteksi dini penyakit sebelum kondisi memburuk. 

"Layanan kesehatan gratis seperti ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan skrining dan deteksi dini, agar mereka bisa tahu sejak awal kondisi kesehatannya," tambahnya.

Selain itu, program Cek Kesehatan Gratis (CGK) yang telah diluncurkan pada awal tahun 2025 ini, telah mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Program ini tidak hanya berlangsung pada hari ulang penduduk Indonesia, tetapi juga berlaku selama bulan ulang tahun tersebut.

Melalui program ini, jelas dia, setiap warga berkesempatan untuk memanfaatkan layanan ini sekali dalam setahun. Pemeriksaan kesehatan meliputi berbagai tes laboratorium serta pengecekan kesehatan lainnya, dengan pengobatan langsung diberikan jika ditemukan kondisi penyakit tertentu.

Lebih jauh ia memaparkan, penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit degeneratif masih mendominasi kasus-kasus kesehatan yang ditemukan di Kota Pontianak, bahkan dunia pada umumnya. Penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke, sebagian besar terkait dengan faktor usia dan penurunan fungsi organ tubuh.

“Jadi kalau bisa itu sudah diantisipasi sedini mungkin,” ucapnya.

Ia mengatakan PTM juga ada yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika orang tua memiliki riwayat penyakit ini, maka anak atau keturunannya berisiko tinggi untuk mengidap penyakit serupa. Namun, ia menegaskan bahwa ada faktor lain yang bisa dimodifikasi, seperti gaya hidup. 

“Pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang teratur, dan manajemen stres yang baik dapat membantu mencegah penyakit tersebut,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 50 lansia dan pralansia mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang digelar oleh Baznas di Masjid Hidayatush Shalihin, Pontianak. Wakil Ketua 4 Baznas Kota Pontianak, Musa, mengungkapkan bahwa layanan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari agenda rutin tahunan.

"Baznas Kota Pontianak memiliki sejumlah program yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial," ujar Musa. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) untuk mendukung kegiatan sosial seperti ini.

Eno Sanusi, perwakilan dari Pengurus Masjid Hidayatush Shalihin, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa menjadi tuan rumah bagi kegiatan pelayanan kesehatan ini,” ujarnya. (sti)

Editor : Hanif
#Layanan Kesehatan Gratis #pontianak #harapan hidup #lansia #hidup sehat #deteksi dini #produktif