Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kasus Penculikan Anak Meningkat, DPRD Pontianak Serukan Orang Tua Waspada dan Perkuat Edukasi

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 20 November 2025 | 10:38 WIB

 

Bebby Nailufa
Bebby Nailufa

PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengingatkan orang tua untuk waspada terhadap kasus penculikan anak yang terjadi di Indonesia. Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tercatat 138 kasus penculikan dan perdagangan anak selama tiga tahun ke belakang.

“Kasus penculikan dan perdagangan anak di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Dari data KPAI, terdapat 138 kasus penculikan dan perdagangan anak kurun waktu tiga tahun ke belakang,” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Rabu (19/11).

Terdapat beberapa provinsi yang kerap mengalami kasus penculikan anak. Diantaranya Bali, Jateng, Jambi dan Kepri. Sedangkan Pontianak memang nihil, tetapi dari kasus ini, warga Kota Pontianak juga harus mewaspadai terhadap kasus penculikan dan perdagangan anak.

Apalagi motif dari penculikan dan perdagangan anak ini belum diketahui jelas alasannya. Sehingga orang tua diminta agar menjaga anak-anaknya baik itu ketika di rumah atau saat keluar rumah. Sebab kejahatan bisa saja terjadi, diakibatkan kelengahan dari orang tua sehingga memunculkan niat jahat orang untuk menculik dan menjual anak.

Kasus perdagangan anak menjadi perhatian serius Bebby. Agar tidak terjadi di Kota Pontianak, penguatan edukasi terhadap kasus ini mesti ditingkatkan. Edukasi dimintanya dilakukan Dinas Perempuan dan Anak sampai tataran tapak.

Begitu pula dengan tupoksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak. Dimintanya isu penculikan dan perdagangan anak ini menjadi perhatian juga. Sebab kejadian penculikan anak bisa terjadi dimanapun. Termasuk di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan bagi remaja untuk merencanakan kehidupan sebelum memasuki fase pernikahan. Kesiapan ekonomi menurutnya paling penting. Sebab ketika pondasi ekonomi lemah saat memasuki fase berkeluarga, bisa mengakibatkan banyak konflik rumah tangga. Anak bisa tak terurus, bahkan hal tak diinginkan bisa terjadi. Salah satunya orang tua memilih mengadopsi anaknya kepada orang.

“Persoalan rumah tangga itu banyak. Makanya pondasi keluarga harus kuat. Kuat dari segi ekonomi, kuat dari sisi pondasi agama dan pastinya mesti sehat jasmani dan rohani. Jika sudah demikian, kejadian penculikan anak juga bisa dihindarkan, dimulai dari tingkat tapak. Jika keadaan keluarga sehat dan berkecukupan kejadian ini bisa kita hindari,” tukasnya.(iza)

Editor : Hanif
#Orang tua #waspadai penculikan anak #edukasi #dprd pontianak #Bebby Nailufa #perdagangan anak