PONTIANAK POST – Rencana pembangunan jalan tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing di Kalbar mulai masuk tahap persiapan. Sumber internal Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan, beberapa dokumen awal tengah dijadwalkan untuk di-review sebelum proses lelang investasi dimulai.
Dalam keterangannya, sumber tersebut menyampaikan bahwa feasibility study (FS), dan basic design akan di-review oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) pada 2026.
“Amdal belum tersedia, dan kemungkinan baru dimulai 2027 setelah review FS selesai. Prosesnya (Amdal) sekitar satu sampai satu setengah tahun,” ujarnya.
Sementara Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) juga belum disusun, dan diperkirakan baru dapat dikerjakan setelah Amdal rampung. Penyusunan DPPT diperkirakan mulai pada 2028. Dengan demikian, lelang investasi baru bisa dilakukan setelah Amdal tersedia, dan kesiapan lahan terpenuhi.
“Paling cepat lelang dapat dilaksanakan pada 2028 atau 2029, dengan mempertimbangkan kesiapan lahan bebas, dan kemungkinan kebutuhan dukungan konstruksi pemerintah berdasarkan hasil review FS,” jelas sumber tersebut.
Seperti diketahui, DJPI yang berada di bawah Kementerian PU, bertugas mengelola pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk perumusan kebijakan serta koordinasi pendanaan jalan. Sementara FS merupakan studi kelayakan yang menjadi dasar penyusunan dokumen lanjutan seperti Amdal, dan DPPT.
Kementerian PUPR memastikan akan melelang 19 proyek jalan tol baru pada 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp408,68 triliun. Seluruh proyek dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan konstruksi langsung dari pemerintah.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Rachman Arief, dalam rapat dengan Komisi V DPR RI pada 11 September 2025, menyampaikan bahwa Kementerian PUPR mengalokasikan Rp23,33 miliar untuk tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU tersebut. Selain itu, Rp660 juta disiapkan untuk proses lelang tiga proyek prioritas dengan total investasi Rp49,89 triliun. Secara keseluruhan, anggaran penyiapan dan lelang mencapai Rp27,55 miliar.
Tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing masuk dalam daftar proyek prakarsa pemerintah (solicited) yang akan dilelang pada 2026. Proyek lain dalam kategori yang sama meliputi Tol Bandung Intra Urban (BIUTR), Tol Pejagan–Cilacap, Tol Tuban–Babat–Lamongan–Gresik, Tol Malang–Kepanjen, Tol Gedebage–Tasikmalaya (Geta), serta Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali.
Pembangunan tol Supadio-Kijing akan dibagi menjadi dua seksi utama, yaitu Seksi 1 yang menghubungkan Pontianak (Batu Layang) dan Sei Pinyuh dengan panjang 37,6 kilometer, serta Seksi 2 yang melintasi rute Pinyuh hingga Pelabuhan Kijing sepanjang 31,83 kilometer. Proyek tol ini direncanakan akan membentang sepanjang 90 kilometer dengan total nilai investasi mencapai Rp9,9 triliun.
Dengan adanya tol ini, perjalanan antara Pontianak dan Pelabuhan Kijing, yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam, diperkirakan akan dipangkas menjadi hanya 45 menit hingga satu jam. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat mobilitas barang dan orang di wilayah tersebut serta mendukung pengembangan ekonomi Kalimantan Barat.
Pembangunan Tol Pontianak-Kijing diharapkan dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata di kawasan sekitar. Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur transportasi di Kalimantan Barat dan mendorong konektivitas antar wilayah.(bar)
Editor : Hanif