Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

HUT ke-63 PWRI Kalbar: Gubernur Ria Norsan Komitmen Perkuat Pemberdayaan Lansia

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 22 November 2025 | 12:47 WIB

 

BERJOGET: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berjoget saat puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia.
BERJOGET: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berjoget saat puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia.

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua TP-PKK Kalbar, Erlina, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang berlangsung di Kabupaten Ketapang, Selasa (18/11). Mengusung tema “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas”, acara ini dihadiri perwakilan PWRI dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Ria Norsan dalam sambutannya menyampaikan penghargaan mendalam kepada anggota PWRI, yang ia sebut sebagai tokoh, sesepuh, dan teladan bagi masyarakat. "Bapak ibu adalah representasi dari mereka yang telah membaktikan diri kepada bangsa dan negara. Terima kasih atas semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh PWRI se-Kalimantan Barat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ria Norsan menekankan peran strategis PWRI dalam menjaga persatuan bangsa, terutama dalam konteks kebangsaan dan nilai-nilai birokrasi. Sebagai organisasi purna ASN, PWRI memiliki kedudukan penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik yang baik. Namun, ia mengingatkan agar PWRI tetap menjaga netralitas, tidak terpecah oleh dinamika politik yang ada.

Satu isu utama yang disoroti adalah kebutuhan PWRI Kalbar akan kantor tetap. Gubernur Ria Norsan berjanji untuk membantu mencari lokasi yang representatif pada tahun 2026. "Pak Munir, kita bersama-sama mencari kantornya. Jika ada hal-hal yang kurang enak didengar atau dilihat, beri saya masukan," ujarnya kepada Ketua PWRI Kalbar, H. Munir.

Selain itu, Ria Norsan meminta dukungan dari Bupati Ketapang dan Bupati Kayong Utara untuk membantu PWRI di tingkat daerah, serta menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi terus memperkuat program pemberdayaan lansia melalui inisiatif "Lansia Sehat, Lansia Berdaya."

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga Pembina PWRI Kabupaten Ketapang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh keberadaan PWRI. Ia menegaskan bahwa PWRI lebih dari sekadar organisasi pensiunan ASN, melainkan wadah para senior yang memiliki peran besar dalam pembangunan daerah. "Bapak ibu semua adalah orang tua dan senior saya. Saya bangga melihat semangat PWRI yang tetap kuat meskipun harus menempuh perjalanan jauh," ujar Bupati.

Alexander juga mengapresiasi kehadiran mantan pejabat eselon dan Wakil Bupati Ketapang serta Mempawah yang kini bergabung dalam PWRI. "Kami satu arah dan satu perjuangan. Kami pasti mendukung apapun yang menjadi harapan dan kebutuhan PWRI," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Kalbar, Munir, menegaskan bahwa semangat pengabdian anggota PWRI tidak akan pernah pudar meskipun usia mereka semakin lanjut. Munir mengingatkan tentang prinsip Panca Upaya PWRI, yang menegaskan tekad untuk terus mengabdi kepada negara hingga akhir hayat. "Orang tua ini seperti kitab suci. Mungkin sudah tak terbaca, tapi tak boleh dilangkahi," ujarnya dengan penuh makna.

Munir juga menegaskan sikap politik PWRI yang setia kepada NKRI dan mendukung kepala daerah yang menjalankan tugasnya dengan benar. "Kami siap mendukung siapa saja yang menjalankan kekuasaannya dengan benar, tapi jika sombong dan berbohong, kami tidak akan mendukungnya," tandas Munir. Semua pihak diharapkan lebih terbuka dan siap mendengarkan aspirasi PWRI sebagai bagian dari bangsa yang tidak boleh diabaikan. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #PWRI #pemberdayaan lansia #gubernur kalbar #kalbar