PONTIANAK POST - Puncak pasang air laut diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 25 November 2025. Berdasarkan prakiraan pasang surut Kota Pontianak pasang tertinggi pada periode 21 hingga 28 November 2025, yakni terjadi pada 23 hingga 26 November 2025 setinggi 1.7 meter pada pagi hingga siang hari sekitar pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB.
Di Kendawangan, pasang tertinggi pada periode tersebut terjadi pada 22 hingga 25 November 2025 mencapai 1,8 meter pada pagi hingga siang hari pada pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG Kalbar, Dwi mengatakan pada Minggu (23/11), secara umum kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada saat pagi, siang, sore, maupun malam hari.
"Prakiraan angin di 3000 feet terpantau pergerakan angin dari arah angin sekitar wilayah Kalimantan Barat bergerak dari arah Barat, dengan kecepatan angin kami perkirakan mencapai 8 hingga 15 knots," ujarnya.
Dwi menyatakan terpantau adanya daerah belokan angin dan sirkulasi siklonik memberikan dampak tidak langsung untuk wilayah Kalbar.
Yakni, banyaknya pertumbuhan awan-awan penghujan di Kalimantan Barat sehingga esok hari kami perkirakan terjadinya potensi hujan ringan hingga lebat terutama pada pagi, siang, hingga sore hari.
Angin kencang yang membersamai hujan lebat juga perlu diwaspadai, terutama saat siang hingga sore hari. Kondisi lainnya, adanya potensi gelombang Kelvin yang akan aktif di wilayah Kalimantan Barat.
Selain itu, adanya Anomali Suhu Muka Laut (SST) yang hangat, berkontribusi meningkatkan potensi penguapan ke atmosfer. Penguatan Monsoon Asia, dominasi angin baratan, serta pola belokan dan konvergensi angin pada ketinggian 3.000 feet. Kondisi Kelembapan udara di berbagai lapisan ketinggian yang cenderung basah.
Dwi mengingatkan masyarakat waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang berdurasi singkat.
"Waspadai dampak terjadinya hujan lebat berupa banjir, genangan maupun tanah longsor, terutama di wilayah-wilayah yang sering terjadi bencana tersebut," ulasnya.
Dengan kondisi ini masyarakat terutama di wilayah pesisir lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sepekan ke depan. Waspada banjir dan genangan air hingga risiko tinggi di daerah dengan drainase buruk, terutama saat hujan lebat.
Antisipasi tanah longsor, terutama bagi masyarakat di daerah berbukit atau tebing rawan perlu meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan juga mesti meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap hujan tiba-tiba dapat mengurangi jarak pandang.
“Maka tingkatkan kehati-hatian saat berkendara. Masyarakat pesisir perlu memperhatikan potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang,” pesannya.
Stasiun Klimatologi Kalbar, memprediksi curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasanian III (tanggal 21-30) November 2025 secara umum dipengaruhi oleh Anomali Suhu Muka Laut. Ini hujan meningkat dibandingkan dasarian sebelumnya di beberapa wilayah Kalbar. Curah hujan di Kalimantan Barat diprediksi dalam kategori Menengah hingga Tinggi.
Berdasarkan informasi iklim dasarian terkini Provinsi Kalimantan Barat, analisis curah hujan dasarian II (tanggal 11 - 20) November 2025 secara umum berkisar antara 51200 mm/dasarian berada pada kategori Menengah hingga Tinggi.
Monitoring hari tanpa hujan (HTH) terpanjang selama 7 hari dengan kategori Menengah, yaitu Mempawah diKecamatana Sadaniang. Untuk dasarian III (Tanggal 21-30) November 2025 secara umum diprediksi kategori menengah hingga tinggi dengan curah hujan berkisar antara 100-200 mm/ dasarian. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro