PONTIANAK POST — Bunda Literasi sekaligus Ibunda Guru Kalbar, Erlina Ria Norsan, menargetkan seluruh pendidik PAUD di Kalimantan Barat dapat menyetarakan pendidikan mereka hingga jenjang Strata 1 (S1) pada 2026.
“Program ini sebagai terobosan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini,” kata Erlina.
Program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kalbar serta dukungan beasiswa dari skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di daerah.
Erlina menilai langkah ini mendesak karena masih banyak guru PAUD yang belum memiliki bekal pedagogi dan pemahaman pola asuh yang memadai.
“Intinya adalah bagaimana kami di PKK Provinsi dapat menciptakan sebuah terobosan, yaitu memastikan pendidik PAUD bisa menempuh pendidikan Strata 1,” jelasnya.
Erlina menambahkan, penyetaraan pendidikan ini penting sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik PAUD secara menyeluruh. Melalui peningkatan kualifikasi tersebut, ia berharap mutu pengajaran dan pembinaan anak usia dini di Kalbar dapat meningkat secara signifikan.
“Dengan penyetaraan S1, mutu pengajaran dan pembinaan anak usia dini dapat ditingkatkan secara signifikan,” kata Erlina.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa perbaikan mutu pendidikan harus dimulai dari rumah, terutama melalui peran ibu sebagai pendidik pertama.
Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak hanya bergantung pada sistem formal, tetapi juga pada keteladanan yang dibangun dalam keluarga.
Ia mengingatkan kembali bahwa fondasi karakter, rasa percaya diri, dan kecintaan pada ilmu dibentuk pertama kali oleh seorang ibu.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu lahir pondasi karakter, rasa percaya diri, dan kecintaan pada ilmu,” kata Ria Norsan.
Ia juga menyebut kehadiran Ibunda Guru dan Bunda Literasi sebagai langkah memperkuat ekosistem pendidikan melalui figur yang mampu menjadi inspirasi sekaligus jembatan antara guru, orang tua, dan masyarakat.
Karena itu, Norsan mengajak seluruh guru, orang tua, dan masyarakat Kalbar untuk menjadikan gerakan literasi sebagai upaya bersama.
“Literasi bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tugas keluarga dan lingkungan. Mari kita bangun budaya membaca, berdialog, berpikir, dan berkarya di rumah kita masing-masing,” ajaknya.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, PGRI, Ibunda Guru, Bunda Literasi, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. (mse)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro