Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

ASN Adalah Pilihan Hidup dan Kita Harus Terima Konsekuensinya

Marsita Riandini • Minggu, 23 November 2025 | 17:05 WIB

 

Muhajirin Yanis
Muhajirin Yanis

PONTIANAK POST - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis mengingatkan

Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi abdi negara yang  berintegritas, profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“ASN harus disiplin dan memahamia segala tugas dengan regulasi yang ada,” ujar Muhajirin  saat memberikan materi dan menutup Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2025 di Asrama Haji Pontianak, Sabtu (22/11). 

Muhajirin menyatakan menjadi ASN adalah pilihan hidup yang memiliki konsekuensi. Harus mematuhi aturan tentang ASN dan memahami serta melaksanakan tugas dan fungsi sesuai regulasi atau ketentuan yang ditetapkan. “Melayani umat dengan sepenuh hati," tegas Muhajirin Yanis.

Pelatihan Dasar (Latsar) adalah pondasi pembentukan  karena berfungsi membentuk karakter ASN melalui pembekalan peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang menjadi dasar moral, etika, serta kompetensi dalam menjalankan tugas negara.

"Saya berharap kepada peserta Latsar CPNS Kemenag ini untuk mengamalkan ilmu yang didapat saat Latsar dan diaktulisasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam bekerja dan melayani masyarakat," harapnya.

Ia menegaskan bahwa menjadi ASN, khususnya di Kementerian Agama adalah tugas yang sangat mulia.

“Menjadi ASN di Kementerian Agama adalah tugas yang sangat mulia, karena tidak hanya terikat aturan-aturan formal seperti Undang-Undang Dasar, tetapi juga terikat dengan posisi kita sebagai penjaga moral bangsa,” ujar Muhajirin.

Dalam momen itu, dia juga mengajak ASN Kementerian Agama Kalbar untuk menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama. Salah satunya adalah penguatan ekoteologi.

"Ekoteologi itu kewajiban kita melakukan pemeliharaan alam sebagai bagian integral dari iman dan tanggung jawab spiritual," ungkapnya.

Menurut Muhajirin, ekoteologi bukan hanya soal menanam pohon, tetapi memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

"Menjaga kebersihan, hemat dalam penggunaan listrik dan air, juga termasuk ekoteologi," jelasnya.

Ia juga berharap ASN Kemenag Kalbar dapat menyuksesan program "One Person One Tree", satu orang ASN menanam satu pohon saat dihari jadi atau hari bahagianya sebagai hadiah kepada bumi.

"Setelah selesai latsar ini, juga mesti menanam satu pohon yang memiliki multi manfaat, untuk dihadiahkan kepada bumi. Ini juga bagian dari wujud syukur kita," jelas Muhajirin.

Kasubbag Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta, Suhrowardi, yang turut hadir dalam penutupan Latsar menuturkan, terdapat 80 peserta terdiri dari angkatan 41 dan 42.

“Secara keseluruhan peserta memberikan penilaian kepada widyaiswara rerata 96,5. Sedangkan evaluasi kepada panitia dengan nilai rata-rata 95,91. Peserta dinilai dari sikap, prilaku, aspek akademik, seminar rancangan aktualisasi, laporan aktualisasi dan sebagainya. Kabar baiknya, seluruh peserta dinyatakan lulus," terangnya.

Penutupan Latsar tersebut, ditandai dengan pelepasan ID Card peserta oleh Kakanwil Kemenag Kalbar kepada dua orang peserta, yang diikuti oleh peserta lainnya. (mrd)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kemenag #asn