Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Norsan Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi dalam Mendorong Kemajuan Kalbar

Idil Aqsa Akbary • Senin, 24 November 2025 | 10:18 WIB
BUKA KONVENSI: Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan keterangan kepada awak media usai membuka Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI Forum Rektor Indonesia (FRI), Minggu (23/11).
BUKA KONVENSI: Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan keterangan kepada awak media usai membuka Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI Forum Rektor Indonesia (FRI), Minggu (23/11).

PONTIANAK POST – Dorongan untuk memperkuat penguasaan sains dan teknologi menjadi sorotan utama pada momentum pertemuan para rektor se-Indonesia di Kota Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan menegaskan bahwa kemandirian teknologi merupakan syarat kemajuan daerah, sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 Usai pembukaan Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI Forum Rektor Indonesia (FRI), Minggu (23/11), Norsan mengatakan bahwa bangsa yang menguasai sains dan teknologi adalah bangsa yang mampu mencapai kemakmuran. Ia berharap kehadiran para rektor di Pontianak memberi dampak bagi penguatan ilmu pengetahuan di Kalbar.

 “Dengan berkumpulnya rektor seluruh Indonesia, mudah-mudahan ilmu pengetahuan semakin berkembang di Kalbar sehingga kita bisa menguasai teknologi dan tidak ketinggalan,” ujarnya.

 Norsan juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang saat ini berada di angka 72,09. Ia optimistis peningkatan kualitas pendidikan tinggi akan mendorong lompatan IPM dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, ia menyebut kegiatan nasional seperti ini juga turut memberi dampak ekonomi karena meningkatkan kunjungan dan belanja peserta dari luar daerah.

 “Banyak keuntungan dari diselenggarakannya kegiatan ini di Kalbar. Pertama, dengan adanya tamu, artinya mereka ke sini berbelanja, kuliner, dan sebagainya. Daya beli meningkat, pertumbuhan ekonomi meningkat, itu salah satunya. Kemudian, mereka bisa melihat bagaimana situasi dan kondisi Kalbar, kemudian mungkin juga sumbang saran untuk kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi di Kalbar,” ungkapnya.

 Dari sisi perguruan tinggi, Rektor Untan Garuda Wiko menilai tantangan terbesar kampus saat ini adalah menggeser kultur dari sekadar pengguna ilmu menjadi penghasil ilmu. “Mudah-mudahan melalui temu rektor ini, kita bisa memformulasikan budaya memproduksi ilmu, bukan hanya memakai. Itu kuncinya agar kampus menjadi inventor,” katanya.

 Sementara itu, Ketua FRI periode 2024–2025, Nurhasan, menekankan bahwa kolaborasi PTN–PTS menjadi fondasi untuk menjawab kebutuhan negara di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut ketahanan pangan, energi, hingga penguasaan teknologi sebagai agenda besar yang harus dijalankan bersama.

 “Perguruan tinggi harus sering melakukan sinkronisasi, dan koordinasi agar mimpi besar bangsa bisa diwujudkan. Tridarma harus jelas dulu, setelah itu baru bisa berinovasi dan berkreasi,” tegasnya.

 Ia menambahkan bahwa penguasaan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) menjadi syarat agar bangsa tidak lagi bergantung pada teknologi dari luar negeri. “Nanti dari hulu ke hilir semuanya harus celar, sehingga tidak lagi bangsa lain yang mengerjakan dari hulu sampai hilir, tapi bangsa kita sendiri,” tegasnya.

 Pertemuan nasional para rektor ini juga menjadi ruang diskusi strategi bagaimana perguruan tinggi dapat berperan lebih kuat dalam pembangunan ilmu pengetahuan, dan inovasi. Termasuk kontribusi langsung terhadap penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat daerah seperti Kalbar.

 Seperti diketahui, Untan bertindak sebagai tuan rumah Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI FRI tahun 2025 ini. Hingga pembukaan, kegiatan berhasil menghimpun lebih dari 180 peserta dari lebih 100 perguruan tinggi se-Indonesia. Peserta meliputi pimpinan perguruan tinggi negeri akademik, vokasi, dan profesi, perguruan tinggi swasta, hingga perguruan tinggi keagamaan dan kedinasan.(bar)

Editor : Hanif
#penguatan #ria norsan #sains #gubernur kalbar #Indonesia Emas 2045 #teknologi #kemajuan daerah