PONTIANAK POST – Pemerintah mendorong pertumbuhan komoditas unggulan Kalimantan Barat sebagai penggerak ekonomi daerah melalui kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurahman, menegaskan penyaluran KUR harus mempermudah pelaku usaha agar sektor unggulan mampu berkembang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan pada workshop kebijakan strategis pengembangan kluster komoditas unggulan dan kemudahan akses KUR bagi pelaku usaha, yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (22/11).
Maman menyatakan kegiatan tersebut bertujuan memetakan sekaligus menyelesaikan hambatan yang selama ini dihadapi UMKM, terutama yang bergerak di komoditas unggulan Kalbar.
“Komoditas unggulan yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kalbar antara lain kratom, arwana, nila, dan berbagai produk lainnya. Komoditas ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Maman menambahkan, melalui pemetaan tersebut pemerintah akan menyalurkan dukungan untuk mengatasi hambatan pembiayaan dan kebutuhan teknologi, misalnya peningkatan kualitas kratom. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah kemudahan pembiayaan melalui KUR. Pemerintah, tegasnya, memastikan penyaluran KUR mengikuti aturan tanpa membebani pelaku usaha.
“KUR Rp1 juta hingga Rp100 juta diberikan tanpa agunan. Jaminan ini ditanggung lembaga penjamin seperti Jamkrindo dan Askrindo, termasuk Jamkrinda di daerah. Ini bertujuan menghilangkan risiko bagi bank penyalur,” jelasnya.
Maman juga mengungkapkan telah menindak bank penyalur yang masih meminta agunan untuk pinjaman KUR di bawah Rp100 juta, karena hal tersebut dilarang. Meski demikian, ia mengingatkan penerima KUR untuk menjunjung tinggi kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban pembiayaan sesuai perjanjian.
UMKM Dinilai Jadi “Pahlawan Ekonomi”
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM. Ia menyebut pelaku UMKM sebagai “pahlawan ekonomi” yang berkontribusi besar terhadap pemulihan ekonomi daerah. “Kita sangat berterima kasih kepada para pelaku UMKM di Kalbar, karena mereka adalah salah satu pahlawan ekonomi,” kata Ria Norsan.
Ia menuturkan UMKM terbukti berhasil menopang perekonomian daerah ketika pandemi Covid-19 menghantam dan membuat aktivitas ekonomi menurun drastis. “Sejak Covid kemarin ekonomi kita turun dan berkat UMKM ekonomi kembali normal bahkan meningkat,” jelasnya.
Pemprov Kalbar berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui penyediaan fasilitas serta peningkatan kualitas dan kapasitas usaha. “Harapan kita ke depan, UMKM Kalbar semakin baik dan semakin berkualitas. Pemerintah akan terus memberikan fasilitas untuk mendukung perkembangan usaha,” tutup Ria Norsan.(mrd)
Editor : Hanif