PONTIANAK POST – Momentum Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer dan tenaga kontrak. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Yuliani, saat ditemui usai ditemuindi Gedung DPRD Kalbar, Rabu (27/11).
Yuliani menegaskan bahwa masih banyak tenaga honorer dan tenaga kontrak di Kalbar yang belum mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ia berharap pemerintah provinsi memberi perhatian lebih agar proses pengangkatan guru honorer dapat dipercepat.
“Masih banyak tenaga honor dan kontrak yang belum diangkat. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa diperhatikan dan mendapat kesempatan menjadi P3K paruh waktu. Meski sebenarnya, kami berharap mereka bisa langsung menjadi P3K penuh,” ujarnya.
Selain persoalan status tenaga pendidik, politisi PAN Kalbar ini juga menyoroti kondisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan, terutama di tingkat SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Banyak sekolah, menurutnya, masih menghadapi masalah kerusakan gedung, meja, kursi, dan berbagai peralatan penunjang kegiatan belajar-mengajar.
“Gedung sekolah, meja, kursi, hingga alat pembelajaran lainnya masih banyak yang rusak dan perlu perhatian. Pemerintah Provinsi Kalbar harus ikut membantu mengatasi hal ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kenyamanan guru dalam mengajar sangat memengaruhi kualitas proses belajar siswa. Fasilitas yang layak, kata Yuliani, adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar pembelajaran berjalan optimal.
“Kalau gurunya nyaman mengajar, otomatis murid juga nyaman belajar. Ini penting, dan sebagai wakil rakyat saya menyampaikan aspirasi para guru,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliani juga memberikan semangat kepada para guru di tengah situasi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan oleh pemerintah saat ini. Ia berharap para tenaga pendidik tetap sabar sambil menantikan perbaikan kebijakan ke depan.
“Saya memberikan semangat kepada guru-guru. Tetap sabar dan tetap semangat, karena kondisi anggaran sedang efisiensi. Mudah-mudahan ke depannya semuanya lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kalbar Minta Aturan Baru Kuota Haji Ditunda: Banyak Jemaah Terancam Gagal Berangkat
Yuliani memastikan bahwa Komisi V DPRD Kalbar akan terus mendorong pemerintah provinsi untuk memprioritaskan sektor pendidikan, baik dari sisi kesejahteraan guru maupun pembangunan fisik sekolah. (den)
Editor : Miftahul Khair