PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menegaskan bahwa DPRD Kalbar merespons serius sejumlah aksi dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa selama tiga hari berturut-turut pekan ini. Hal itu disampaikan Prabasa kepada wartawan, Kamis(26/11), seusai rapat paripurna.
Menurutnya, gelombang kedatangan mahasiswa dari berbagai organisasi, mulai dari BEM SI Korwil Kalbar, FOMDA, BEM se-Kalbar hingga BEM Nusantara, Solmadapar dan lainnya menandakan adanya kepedulian nyata generasi muda terhadap pembangunan di Kalbar dan arah kebijakan pemerintah daerah ke depan.
“Beberapa hari ini DPRD Provinsi Kalimantan Barat didatangi mahasiswa. Ini sudah tiga kali mereka datang. Mereka ingin bersama-sama mengawasi pembangunan di Kalbar sesuai visi-misi gubernur dan wakil gubernur yang baru terpilih,” ujar Prabasa.
Politisi senior Golkar Kalbar ini menjelaskan, semula DPRD Kalbar baru akan membahas respons terhadap aspirasi mahasiswa pada 4 Desember mendatang. Namun melihat urgensi persoalan yang disampaikan, seluruh anggota Badan Musyawarah (Banmus) sepakat mempercepat penjadwalan.
“Kami tidak menunggu tanggal 4. Semua anggota dewan, khususnya di Banmus, sepakat merubah jadwal untuk segera merespons apa yang disampaikan mahasiswa,” kata Prabasa.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, DPRD Kalbar menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mahasiswa pada Tanggal 1–2 Desember yakni RDP di masing-masing Komisi DPRD. Kemudian Tanggal 4–5 Desember isu Kelanjutan RDP dan pendalaman isu-isu prioritas
Aspirasi para mahasiswa nantinya akan dibagi sesuai bidang relevan dengan melibatkan semuanyabyakninKomisi I, II, III, IV dan V. Ini supaya setiap pokok pikiran dapat dibahas secara lebih terarah.
Prabasa menyebutkan, inti aspirasi mahasiswa sebenarnya sangat konsisten dari hari ke hari. Beberapa isu utama yang mereka sampaikan diantaranya soal kerusakan infrastruktur jalan di Kalbar, soal angkutan kelebihan muatan kendaraan tonase besar dan angkutan logistik.
Soal lainnya yakni masalah kehutanan dan dampaknya terhadap lingkungan. Juga dibahas persoalan pendidikan, termasuk akses dan kualitas dan pengawasan pembangunan daerah secara umum. “Inilah yang akan kita bahas dalam RDP tanggal 1 dan tanggal 2. Kami berharap, apa yang disampaikan mahasiswa bisa segera direspons baik eksekutif maupun legislatif,” tegas Prabasa.
Ia berharap ruang dialog yang dibuka DPRD Kalbar menjadi wujud konkret bahwa aspirasi publik, khususnya mahasiswa, benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. "Mudah-mudahan ini sebagai kepedulian kami selaku anggota DPRD Kalbar dalam merespon berapa kali aspirasi-aspirasi yang sudah disampaikan sebelumnya," pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair