Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KEHATI Perkuat Riset Bioprospeksi Tengkawang di Kalbar

Siti Sulbiyah • Minggu, 30 November 2025 | 20:09 WIB
Biji Buah Tengkawang.
Biji Buah Tengkawang.

 

PONTIANAK POST -  Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) bersama pemerintah Provinsi Kalimantan barat kembali memulai Program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan Siklus 6.

Salah satu yang program utama Yayasan Kehati adalah riset tentang bioprospeksi tengkawang.

Riset tentang maskot Kalbar ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan).

Ketua Umum Pengurus Yayasan Kehati, Riki Frindos mengatakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan tengkawang, maskot Kalimantan Barat, dalam berbagai industri, mulai dari kosmetik, pangan, hingga farmasi.

Melalui program TFCA Kalimantan, Yayasan Kehati menurutnya melanjutkan kerja sama dengan Untan akan menyusun peta jalan pengembangan tengkawang, melakukan riset silvikultur dan analisis kimia.

“Bukan hanya buahnya yang bisa diperas menjadi minyak atau kayunya yang digunakan sebagai bahan bangunan. Nilai-nilai senyawa kimianya akan diteliti oleh para peneliti Universitas Tanjungpura,” ungkap Riki, belum lama ini.

Selain penelitian tentang  bioprospeksi, pihaknya juga mendorong adalah policy brief sebagai dasar perumusan kebijakan pemanfaatan tengkawang secara lestari di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Riki menyampaikan bahwa program TFCA menunjukkan eksistensi sejak lebih dari satu dekade berjalan. Hingga tahun 2025, Yayasan Kehati telah bekerja sama dengan 81 lembaga di berbagai wilayah.

Di Kalimantan Barat sendiri, terdapat 30 lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan beragam program di tujuh kabupaten/kota, mencakup 49 desa.

“Sudah hampir 10 tahun Yayasan Kehati menyalurkan dana TFCA kepada sekitar 30 organisasi di Kalimantan Barat. Jumlah dana yang sudah disalurkan mencapai sekitar Rp58 miliar,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa TFCA Kalimantan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang.

Selain bioprospeksi Tengkawang, saat ini juga sedang di proses kerjasama dengan beberapa lembaga untuk melaksanakan kegiatan antara lain berupa dukungan konservasi beberapa spesies langka di Kalbar, konservasi ekosistem gambut, program perhutanan sosial, serta penyelenggaraan Xplore Kalimantan 2025.

Riki juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta seluruh pemda dan pemkot yang selama ini mendukung implementasi program TFCA.

“Program-program Yayasan Kehati, termasuk TFCA Kalimantan, tidak akan berjalan tanpa dukungan pemerintah provinsi, daerah, dan kota. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan institusi akademik juga menjadi kunci utamanya,” ucapnya. (sti)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Tengkawang #KEHATI