PONTIANAK POST - Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat di lima kabupaten/kota, pada November 2025 tercatat terjadi inflasi. Angkutan udara menyumbang inflasi terbesar.
“Pada November 2025 tercatat terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 2,04 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,33 pada November 2024 menjadi 108,50 pada November 2025,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh Saichudin, saat rilis Berita Resmi Statistik, Senin (1/12).
Ia menyebut, tingkat inflasi bulanan (m-to-m) di Kalbar pada November 2025 sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi Year to Date (y-to-d) sebesar 1,57 persen.
Dari segi sebaran wilayah, ia menyebut inflasi YoY tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 2,70 persen dengan IHK sebesar 110,12. Adapun inflasi YoY terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,61 persen dengan IHK sebesar 107,74.
Lebih jauh ia memaparkan bahwa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada November 2025, antara lain angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, ketimun, ikan kembung, sawi hijau, bayam, ikan nila, beras, bawang merah, ikan baung, bawang putih, tomat, dan buah naga. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi m-to-m, antara lain daging ayam ras, ikan tongkol, cabai merah, wortel, ikan bawal, susu bubuk untuk balita, dan kentang.
Disinggung soal kemungkinan kenaikan harga tiket pesawat terkait pembukaan rute internasional dari Kalbar, Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kalbar, Sri Suyatmi, mengatakan hal itu bisa saja berpengaruh. Namun ia menekankan faktor utamanya tetap pada permintaan pasar.
“Apakah dipengaruhi oleh adanya penerbangan luar negeri, bisa juga. Tapi sebenarnya bergantung pada permintaan pasar. Biasanya maskapai menaikkan atau menurunkan harga tiket pesawat itu tergantung permintaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya permintaan pada momen tertentu seperti long weekend atau libur akhir tahun jadi pemicu utama kenaikan harga.
Di sisi lain, ia menyebut kenaikan harga tiket pesawat pasti memiliki dampak terhadap inflasi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Tak hanya transportasi udara, kata dia, komoditas-komoditas utama kebutuhan masyarakat untuk merayakan hari raya, seperti daging ayam dan telur ayam, akan mengalami peningkatan permintaan.
Untuk mengantisipasi tekanan inflasi pada akhir tahun, pemerintah telah meluncurkan Program Diskon Tiket Transportasi secara nasional untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Terkait kebijakan ini, ia meyakini akan berpengaruh pada tingkat inflasi pada akhir tahun nanti.
“Terkait dengan adanya diskon tiket di angkutan udara, laut, dan darat, tentunya itu untuk mengantisipasi inflasi di bulan Desember akhir tahun,” katanya. (sti)
Editor : Hanif