PONTIANAK POST - Di tengah perayaan Milad ke-11 HIMAPOL Fisip Untan, sebuah gagasan besar yang berpotensi mengubah wajah pendidikan politik mahasiswa mencuat kuat, pembentukan Sekolah Politik. Pembentukan ini untuk memperkuat karakter, kompetensi, dan arah keilmuan lulusan Ilmu Politik di Kalimantan Barat.
Gagasan ini pertama kali muncul dalam diskusi antara inisiator HIMAPOL Fisip Untan, Firdaus dan anggota DPRD Provinsi Kalbar, Zulfidar, pada acara puncak Milad ke-11 HIMAPOL FIsip Untan, Minggu (30/11).
Dalam kesempatan itu, Zulfidar menegaskan dukungannya secara langsung. “Saya mendukung dan setuju untuk kolaborasi membentuk Sekolah Politik. Ajukan proposal ke saya, kita akan apresiasi dengan anggaran yang kita siapkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sontak menjadi fokus utama malam itu, sebuah peluang konkret untuk menghadirkan ruang belajar politik yang lebih terstruktur, kritis, dan aplikatif bagi mahasiswa.
Tak lama berselang, dorongan serupa datang dari Staf Khusus Menteri UMKM, Aji, yang hadir sebagai keynote speaker. Ia menilai pembentukan Sekolah Politik menjadi langkah strategis dalam membentuk mahasiswa politik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berdikari dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Mahasiswa harus aktif, berideologi politik, dan memiliki jiwa wirausaha. Sekolah Politik ini dapat menjadi wadah membentuk karakter kepemimpinan HIMAPOL yang matang,” ujarnya member semangat kepada mahasiswa yang hadir saat itu.
Aji bahkan menyarankan agar inisiatif ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor UMKM dan jaringan kewirausahaan. Sehingga pendidikan politik tidak berhenti pada tataran wacana namun menyatu dengan kemampuan praktis dan kemandirian ekonomi mahasiswa.
Perwakilan HIMAPOL Indonesia, Riko juga turut memberikan motivasi sekaligus mengingatkan kembali perjuangan awal berdirinya HIMAPOL Fisip Untan 11 tahun lalu. “Kami mendukung penuh Sekolah Politik. Dan saya mengapresiasi Pak Firdaus yang telah menoreh sejarah dengan membentuk HIMAPOL Fisip Untan. Karena beliaulah kami ada sampai sekarang,” kata Riko.
Bagi Riko, hadirnya Sekolah Politik adalah langkah lanjutan dari mimpi yang dulu dibangun, menjadikan HIMAPOL sebagai pusat pengkaderan ilmu politik yang kuat di tingkat daerah maupun nasional.
Meski digelar dalam nuansa perayaan, malam itu justru menjadi panggung lahirnya sebuah orientasi baru. Pembentukan Sekolah Politik bukan sekadar program tambahan, melainkan upaya menyusun ulang arah pembinaan kader-kader politik muda Untan agar lebih visioner.
Jika terealisasi, Sekolah Politik HIMAPOL Untan berpotensi menjadi laboratorium intelektual yang melahirkan analis, aktivis, legislator, hingga pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan berdaya saing.
Milad ke-11 bukan hanya tentang perjalanan panjang HIMAPOL, melainkan titik awal bagi sebuah babak baru. Serta membangun ruang belajar politik yang lebih serius, modern, dan relevan, lahir dari inisiatif anak muda, didukung perangkat politik, dan dikuatkan oleh akademisi.
Acara malam puncak Milad Himapol Fisip Untan ke-11 itu sendiri berlangsung dengan hikmat di Aula Wakil Walikota Pontianak. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk akademisi, DPRD Provinsi, dan Ilmu Politik Untan serta Dekan Fisip, Pembantu Dekan III yang diwakili Heri Julius, selaku Ketua Prodi Ilmu Politik Fisip Untan. (vie)
Editor : Miftahul Khair