Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kronologi Tragis: Dua Warga Landak dan Mempawah Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian Intensif

Ashri Isnaini • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:33 WIB

 

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif di Sungai Landak dan Sungai Air Mati untuk menemukan dua korban tenggelam yang dilaporkan hilang pada Minggu (30/11).
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif di Sungai Landak dan Sungai Air Mati untuk menemukan dua korban tenggelam yang dilaporkan hilang pada Minggu (30/11).

PONTIANAK POST — Dua warga dari Kabupaten Landak dan Kabupaten Mempawah ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam pada Minggu (30/11). Keduanya, Muhammad Dirgantara Al Hafiz (5), warga Kecamatan Ngabang, Landak, dan Eko Sugianto (41), warga Kecamatan Toho, Mempawah, ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (2/12), setelah dua hari proses pencarian intensif.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan bahwa kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian dilakukan sejak laporan tenggelam diterima.

“Pada hari kedua pencarian, kedua korban ditemukan. Keduanya sudah meninggal dunia saat ditemukan,” ujar Junetra.

Kedua peristiwa tenggelam terjadi di dua lokasi sungai yang berbeda. Peristiwa pertama menimpa Muhammad Dirgantara Al Hafiz, yang tenggelam pada Minggu (30/11).

Saat itu, korban datang bersama orang tuanya dari Ngabang untuk menghadiri acara hajatan keluarga di Dusun Mangguk, Desa Mungguk, Kabupaten Landak.

"Korban terakhir terlihat pada pukul 15.00 WIB saat orang tuanya dan keluarga sibuk dengan hajatan. Korban terlihat bermain di sekitar pinggiran Sungai Landak dekat rumah keluarganya," jelas Junetra.

Ketika keluarga menyadari korban hilang, pencarian langsung dilakukan bersama warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.

Sementara itu, korban kedua, Eko Sugianto, dilaporkan hilang setelah pergi memasang pancing tajur di Sungai Air Mati, Desa Toho Hilir, Kecamatan Toho, Mempawah, pada hari yang sama.

“Biasanya, setelah memasang pancing tajur, korban langsung pulang. Namun hingga sekitar pukul 00.00 WIB, korban belum kembali ke rumahnya,” kata Junetra.

Keluarga yang curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut, dan pencarian segera dimulai sejak malam hari dan dilanjutkan intensif oleh tim SAR gabungan.

Junetra menjelaskan bahwa meskipun kejadian terjadi di dua lokasi berbeda, pencarian dilakukan secara maksimal dengan dukungan peralatan lengkap.

"Untuk di Kabupaten Landak, kami memberangkatkan satu tim rescue dengan satu set perahu karet dan peralatan pendukung. Sedangkan di Kecamatan Toho, hal serupa juga dilakukan, meskipun kondisi sungainya lebih kecil dibandingkan Sungai Landak," jelasnya.

Setelah kedua korban ditemukan, jenazah keduanya diserahkan kepada pihak keluarga yang sejak awal mengikuti proses pencarian. “Masing-masing korban telah diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

 Junetra juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim penghujan ketika arus sungai cenderung lebih deras. (ash)

 

 

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#sungai #mempawah #meninggal #landak #kalimantan barat #tim sar #warga #tenggelam