Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dana Pihak Ketiga di Kalimantan Barat Capai Rp87 Triliun, Pertumbuhan Kredit Terus Meningkat

Novantar Ramses Negara • Rabu, 3 Desember 2025 | 12:37 WIB

 

Ilustrasi Dana
Ilustrasi Dana

PONTIANAK POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat melaporkan nilai dana pihak ketiga (DPK) di daerah ini mencapai Rp87,27 triliun, sementara total kredit tercatat sebesar Rp98,4 triliun. Kenaikan kredit terutama didorong oleh pertumbuhan kredit konsumsi dan investasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septawijaya, menyampaikan bahwa sektor pembiayaan syariah juga menunjukkan perkembangan signifikan.

“Dana Pihak Ketiga Syariah tumbuh hingga Rp5,72 triliun, diikuti pertumbuhan pembiayaan yang cukup tinggi,” ujar Doni dalam siaran pers di agenda Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, baru-baru ini.

Bank Indonesia juga mencatatkan tingkat risiko kredit di Kalbar masih berada pada level yang aman. Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 1,95 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen.

“Situasi global ini menuntut langkah antisipatif yang konsisten. Bank Indonesia menguatkan perannya sebagai penjaga stabilitas melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran,” jelasnya.

Bauran kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah, memperkuat ketahanan sistem keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lanjut Doni, dengan mempertimbangkan kondisi global dan domestik, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada 2026 berada pada kisaran 5,3 – 6,0 persen (yoy). Inflasi diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2,5 ± 1 persen, seiring berlanjutnya pembangunan sejumlah kawasan industri dan penguatan sektor ekonomi utama, terutama pertanian dan pertambangan.

Doni juga menyinggung penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang menjadi forum strategis bagi penetapan arah kebijakan. PTBI diselenggarakan setiap akhir tahun untuk menyampaikan kondisi perekonomian terkini, tantangan, prospek, serta arah bauran kebijakan Bank Indonesia, sekaligus menerima arahan langsung dari Presiden.

Doni menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri keuangan, dan sektor usaha menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tahun-tahun mendatang. (mse)

Editor : Hanif
#kredit #Digitalisasi Pembayaran #investasi #bank indonesia #kalimantan barat #DPK