Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PDAM Pontianak Targetkan 100% Pelanggan Air Bersih, Fokus pada Peningkatan Layanan dan Pengurangan Kebocoran

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:01 WIB
Ilustrasi pemasangan air PDAM.
Ilustrasi pemasangan air PDAM.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sempat memiliki wacana jika produksi air bersih PDAM Tirta Khatulistiwa bisa langsung diminum.

Namun setelah melalui banyak kajian, tampaknya wacana itu agak berat direalisasikan sebab membutuhkan alokasi anggaran yang begitu besar. Demikian dikatakannya, usai pelantikan Direksi PDAM Tirta Khatulistiwa, Selasa (2/12).

“Sebenarnya, kalau produksi air di PDAM sudah bisa diminum. Saya biasa meminumnya di laboratorium. Hanya saja, untuk air bersih ini bisa diminum langsung ke keran konsumen agak berat. Sebab air masih mengandung bakteri ecoli. Kadang produksi air juga masih kurang jernih,” ungkapnya.

Tantangan pengelolaan air bersih PDAM cukup banyak. Edi menekankan pada jajaran direksi terpilih untuk melakukan peningkatan dalam pelayanan air bersih di Kota Pontianak. Junjung tinggi profesional dan terpenting masyarakat merasa puas dengan pelayanan air bersih ini.

Distribusi air bersih dimintanya dapat lancar, bersih, jernih dan juga tekanan air yang sampai ke keran konsumen mesti kuat. Sehingga masyarakat tak lagi perlu menggunakan mesin sedot air untuk menyuplai air dari PDAM. Selama ini, itu masih terjadi.

Untuk cakupan pelanggan air bersih sudah mencapai 90 persen. Edi menarget harus bisa 100 persen. Begitu juga dengan angka kebocoran air yang saat ini di 34 persen mesti diturunkan.

“Produksi air juga harus jernih. Sebab kita juga sudah investasi penggantian pipa-pipa. Tahun ini ada diganti pipa di Sungai Jawi dan Perdana,” ujarnya.

Kata Edi, penggantian pipa tak bisa dilakukan serentak di semua wilayah. Sebab alokasi anggarannya begitu besar. Dari hitungan keseluruhan, bisa mencapai Rp1 triliun. Oleh sebab itu, tantangan ini menjadi PR dan direksi harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja bersama agar kedepan pelayanan PDAM bisa semakin baik.

Sebagai BUMD milik Pemkot Pontianak, PDAM dimintanya mesti mandiri. Sebab laba yang didapat setiap tahun juga menunjukkan progres positif. Di tahun depan, pintanya target laba juga harus melebihi tahun ini.

Mengenai permintaan air bersih dari warga Kubu Raya, Edi justru terbuka. Namun untuk saat ini, dia akan mengupayakan dulu agar warga Kota Pontianak bisa seratus persen air bersih. Barulah sisa produksi air bersih itu diberikan kepada warga Kubu Raya.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta agar kinerja direksi PDAM terlantik dapat ditingkatkan. “Apa yang sudah menjadi target harus dipacu. Baik dari sisi capaian pemasangan baru, produksi air hingga laba,” ujarnya.

Satar juga minta, dalam pelayanan PDAM dapat dilakukan banyak inovasi. Seperti pemanfaatan teknologi berbasis digital sudah harus dilakukan. Tidak hanya pembayaran air bersih saja. Namun pengajuan pemasangan air bersih, hingga layanan aduan gangguan air bersih juga harus mengikuti perkembangan zaman.

“Sosialisasi juga harus gencar. Agar masyarakat tahu, jika PDAM banyak melakukan terobosan,” katanya.

Di tempat sama Direktur Umum PDAM Tirta Khatulistiwa Abdullah optimis jika ke depan pelayanan PDAM akan semakin baik. Terutama soal cakupan air bersih saat ini berada di 90,6 persen diharap di periodenya hingga 2030 mendatang cakupannya bisa tembus di angka 97 persen dengan tambahan kurang lebih sekitar 19.800 pelanggan.  

Dengan adanya tambahan pelanggan itu, juga akan menambah volume kubikasi. Kesiapan IPAL juga mesti dilakukan. Seperti di Nipah Kuning dalam waktu dekat sudah bisa beroperasional. Kemudian tambahan kubikasi juga dilakukan di Parit Mayor dan Sungai Jawi Luar.

Tantangan PDAM dalam mendistribusikan air bersih ke pelanggan, pastinya ada. Terutama persoalan alam. Seperti faktor musim hujan dan musim kemarau. Air terinterusi air laut, belum lagi struktur tanah gambut akan berpengaruh pada kualitas air baku.

“Namun kami tidak tinggal diam. Kami berusaha mengoptimalkan pelayanan,” katanya.

Termasuk temuan pencurian air diakuinya masih ditemukan di lapangan. Sejauh ini, dalam penindakan masih menggunakan cara persuasif. Dalam penindakan sendiri, pihaknya juga melibatkan kepolisian dan TNI. Tujuan itu guna menekan agar kebocoran air di Pontianak bisa semakin turun.(iza)

Editor : Hanif
#PDAM #100 persen #pelayanan air bersih #Wali Kota Pontianak