Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Waspada Potensi Bencana Batingsor, BPBD Kalbar Catat 27 Kejadian Bencana di 2025

Hanif PP • Kamis, 4 Desember 2025 | 11:26 WIB

 

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel

PONTIANAK POST - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar mencatat 27 kejadian banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) di wilayah provinsi ini sepanjang Januari hingga 30 November 2025. Kejadian yang didominasi banjir tersebut menyebabkan 450.386 jiwa terdampak, sedikitnya 6.654 jiwa mengungsi, dan dua orang meninggal dunia.

Data tersebut disampaikan Ketua Satgas Data dan Informasi Bencana, BPBD Kalbar, Daniel. Ia menjelaskan, sebaran batingsor terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Selama periode tersebut, di Kabupaten Sambas misalnya, tercatat satu kejadian banjir, dan satu tanah longsor. Sementara di Bengkayang terjadi masing-masing satu banjir, satu longsor, dan satu puting beliung.

Kota Singkawang mengalami satu kejadian banjir dan satu puting beliung. Sementara Kota Pontianak dalam periode ini tidak mencatat kejadian banjir, longsor, maupun puting beliung.

Di Kabupaten Kubu Raya, BPBD Kalbar mencatat tiga kejadian banjir. Kabupaten Mempawah mengalami satu kejadian banjir. Sementara Kabupaten Sanggau masing-masing mengalami satu banjir, dan satu tanah longsor.

Kemudian di Kabupaten Landak terjadi dua kejadian banjir. Kabupaten Kapuas Hulu mengalami tiga kejadian banjir, sama seperti Kabupaten Sintang. Juga Kabupaten Ketapang, dan Melawi masing-masing mencatat tiga kejadian banjir. “Kabupaten Sekadau dan Kayong Utara tidak mencatat adanya kejadian banjir, longsor, maupun puting beliung sepanjang periode tersebut,” terangnya.

Selain korban jiwa, dan pengungsian, kejadian batingsor yang terjadi pada 2025 juga menyebabkan kerusakan bangunan. BPBD Kalbar mencatat ada 73.350 unit rumah terdampak, lima unit jembatan rusak berat, lima rumah rusak berat, 89 rumah rusak ringan,, dan dua rumah rusak sedang.

Daniel menjelaskan bahwa Kalbar saat ini masih berada dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berdasarkan informasi BMKG. Mengantisipasi potensi batingsor, BPBD Kalbar bersama BPBD kabupaten/kota telah mengaktifkan posko siaga banjir, memantau titik-titik rawan melalui TRC di masing-masing wilayah, serta menyiapkan peralatan seperti perahu karet, dan tenda darurat untuk kebutuhan evakuasi dan penampungan warga.

Selain itu, sosialisasi terkait potensi bencana, dan langkah yang harus dilakukan juga terus diberikan kepada masyarakat. “Kami memastikan seluruh jajaran siap siaga menghadapi kemungkinan banjir maupun batingsor lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dari BMKG dan BPBD setempat, menghindari daerah rawan banjir, serta menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, baterai, dan makanan siap saji.

Daniel pun meminta warga mengamankan barang berharga serta dokumen penting, dan segera mengikuti instruksi petugas jika situasi mengharuskan evakuasi. “Keselamatan diri, dan keluarga harus menjadi prioritas. Tetap waspada, dan jangan mengabaikan imbauan petugas di lapangan,” tegasnya.(bar)

 

Editor : Hanif
#longsor #waspada #BPBD KALBAR #kota pontianak #korban jiwa #banjir #kubu raya #batingsor