Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hadirkan Pelatihan 'Lansia Fit for SDGs', SDGs Center Untan Dorong Kemandirian dan Perkuat Kepercayaan Diri Lansia

Marsita Riandini • Kamis, 4 Desember 2025 | 12:43 WIB
Tim SDGs bersama peserta Sekolah Lansia Beringin Mandiri.
Tim SDGs bersama peserta Sekolah Lansia Beringin Mandiri.

PONTIANAK POST - SDGs Center Untan hadirkan pelatihan “Lansia Fit for SDGs” di Sekolah Lansia Beringin Mandiri, Pontianak pada Rabu (3/12). Pelatihan ini bagian dari komitmen mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan fokus pada kesehatan fisik, kognitif, dan emosional lansia. 

Menghadirkan beragam materi aplikatif seperti pemanfaatan tanaman obat keluarga, senam wajah, permainan memori otak, hingga fisioterapi dengan pendekatan sederhana, menyenangkan dan mudah diterapkan. Materi dirancang khusus untuk membantu para lansia tetap sehat, produktif, dan berdaya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

Ketua SDGs Center Untan, Dr. Nurmainah, S.Si., M.M., Apt, menyampaikan bahwa lansia memiliki peran penting dalam masyarakat dan menjadi bagian aktif dari pencapaian tujuan pembangunan. Program seperti ini menjadi wadah untuk mendorong kemandirian serta memperkuat kepercayaan diri lansia.

Nurmainah mengatakan pemberdayaan lansia bukan hanya soal menjaga kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan untuk terus belajar, tetap produktif, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Menurutnya, banyak lansia yang masih memiliki semangat tinggi untuk berkembang.

“Lansia adalah bagian penting dari komunitas. Mereka memiliki pengalaman panjang dan kontribusi besar bagi keluarga dan masyarakat. Pelatihan ini kami rancang agar mereka semakin berdaya dan mampu menerapkan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat ditemukan di sekitar rumah. Materi disampaikan dr. Syf. Nurul Yanti, R.S.A., M.Biomed dengan memperkenalkan berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, serai, daun kumis kucing, dan tanaman lain yang memiliki khasiat untuk menjaga kebugaran dan membantu keluhan kesehatan ringan.

Pemateri menjelaskan, pemanfaatan tanaman obat perlu dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan efek samping, terutama bagi lansia yang mengonsumsi obat rutin. Peserta sangat antusias, bahkan beberapa peserta berbagi pengalaman pribadi tentang penggunaan ramuan herbal di rumah sehingga sesi ini berlangsung penuh interaksi.

Selanjutnya, peserta dilatih praktik menanam tanaman obat yang dipandu  Dr. Sulakhudin, S.P., M.P. Pada saat praktik, peserta diberikan bibit tanaman, media tanam, dan pupuk organik ramah lingkungan. Pemateri menjelaskan cara memilih tanah yang subur, teknik mencampur media tanam yang sesuai, serta cara merawat tanaman agar tetap sehat dan tumbuh baik. Sesi ini mendapat sambutan luar biasa karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah.

Ada juga latihan senam wajah. Senam ini bertujuan menjaga elastisitas otot wajah, melancarkan sirkulasi darah, dan membantu relaksasi. Aspek kognitif lansia juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini.

Permainan memori otak dirancang untuk melatih kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan memperkuat fungsi otak. Permainan ini sangat baik dilakukan secara rutin oleh lansia agar terhindar dari penyakit kepikunan (demensia). Peserta diajak berjalan pada petak fisioterapi lansia untuk melatih keseimbangan tubuh lansia.

Kegiatan dipandu  R. A. Gabby Novikadarti Rahmah, S.Kep., Ns., M.Kep, Enda Esyudha Pratama, S.T., M.T, dan Akhmad Rifky Setya Anugrah S.IP.,M.Sc, tim dari SDGs Center Untan. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, para lansia  sangat aktif dan saling mendukung. Tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan rasa kebersamaan.

Tim SDGs Untan berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi kebiasaan baru yang mendukung kesehatan lansia dalam jangka panjang. SDGs Center Untan berencana memperluas program ini ke komunitas lansia lain di Pontianak dan daerah sekitar sebagai bagian dari komitmen universitas untuk memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan lansia berbasis komunitas yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga pada kesejahteraan, kemandirian, dan partisipasi aktif mereka dalam kehidupan masyarakat. (mrd/ser)

Editor : Miftahul Khair
#untan #pelatihan #pontianak #SDGs Center #lansia