Pohon Tumbang Timpa Taksi Online di Depan IAIN Pontianak
Hanif PP• Sabtu, 6 Desember 2025 | 10:56 WIB
Angin kencang kembali terjang Pontianak, pohon tumbang timpa taksi online di depan IAIN Pontianak. Jalan sempat lumpuh.
PONTIANAK POST — Cuaca ekstrem kembali mendera Kota Pontianak pada Sabtu pagi (6/12). Hembusan angin kencang yang tiba-tiba menerjang membuat sebuah pohon besar di Jalan WR Supratman, Kecamatan Pontianak Selatan, tumbang dan menimpa sebuah mobil taksi online tepat di depan Kampus IAIN Pontianak.
Insiden terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, ketika arus kendaraan sedang meningkat. Tumbangnya pohon membuat jalanan utama itu sempat lumpuh total selama hampir satu jam.
Petugas BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang pohon serta mengevakuasi kendaraan yang tertimpa.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sopir taksi online mengalami syok dan dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan pertolongan awal.
Beberapa warga yang menyaksikan langsung mengaku kaget dengan kekuatan angin yang datang secara mendadak.
“Anginnya kencang sekali, tiba-tiba pohon itu langsung patah dan jatuh ke arah mobil. Suaranya keras, seperti benda besar jatuh. Kami semua langsung lari menjauh,” ujar Rafel, saksi mata.
Warga berharap pemerintah kota segera melakukan pengecekan pohon-pohon tua di sepanjang jalan WR Supratman dan kawasan lainnya.
Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sepanjang Januari–Oktober tahun ini, BPBD Kota Pontianak mencatat 232 kasus pohon tumbang, terbanyak di Pontianak Utara (78 kasus). Kepala BPBD Pontianak, M Nasir, mengatakan kejadian tersebut mayoritas dipicu cuaca buruk, hujan deras, dan angin kencang.
Kasus serupa juga terjadi di kecamatan lain: Pontianak Timur 7 kasus, Pontianak Selatan 35, Pontianak Kota 51, Pontianak Tenggara 24, dan Pontianak Barat 37. Per bulan, kasus pohon tumbang tercatat fluktuatif, dengan puncak 11 kejadian pada Agustus dan September.
Nasir menekankan bahwa satu insiden bisa melibatkan lebih dari satu pohon. BPBD selalu melakukan penanganan cepat, termasuk memberikan terpal untuk rumah warga yang rusak akibat angin.
Maraknya pohon tumbang membuat warga khawatir. Beberapa pohon dinilai sudah terlalu rimbun dan membutuhkan perawatan rutin dari Dinas PU. Pengurusan izin pemangkasan juga dinilai rumit karena harus melalui prosedur panjang hingga level wali kota.
Sejumlah warga, termasuk Agus dan Joko, mengeluhkan mahalnya kerugian ketika pohon tumbang menimpa kendaraan atau rumah mereka, serta sulitnya mengurus izin pemangkasan pohon yang dianggap rawan. Mereka mempertanyakan apakah ada mekanisme ganti rugi jika pohon pemerintah merusak harta benda.
Ketua DPRD Pontianak Satarudin mengimbau warga menghindari pohon dan bangunan rawan ketika hujan disertai angin kencang, serta meminta dinas terkait melakukan pengecekan pohon secara berkala di fasilitas umum maupun di lingkungan permukiman. **