PONTIANAK POST — Air pasang merendam sejumlah kawasan permukiman di Kota Pontianak pada Minggu (7/12). Tinggi air yang masuk ke rumah warga mencapai mata kaki. Di beberapa titik bahkan lebih tinggi.
Nur Azizah, warga Gang Tebu Ceria, mengatakan bagian dapurnya terendam paling parah. “Dapur saya hampir sebetis. Lantai dapurnya memang lebih rendah dari ruang tamu,” ujarnya.
Air mulai pasang sekitar pukul 06.00. Tiga jam kemudian, air masuk ke rumah warga. “Semoga besok tidak setinggi ini,” harapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memperingatkan potensi banjir pesisir (rob) di Pontianak dan sekitarnya pada 8–9 Desember 2025.
Kepala BMKG Kalbar, Erika Mardiyanti, menjelaskan adanya gangguan gelombang atmosfer tropis seperti Equatorial Rossby, cold surge, dan pola siklonik di wilayah Kalimantan Barat. Kondisi ini dapat meningkatkan curah hujan pada periode 7–9 Desember 2025.
“Pada periode yang sama, potensi pasang air laut maksimum akibat fase perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi, serta fenomena bulan purnama, juga perlu diwaspadai,” jelasnya.
Kombinasi hujan lebat dan pasang maksimum ini diperkirakan dapat mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro