PONTIANAK POST — Fenomena Fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama pada 4 Desember 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan prakiraan pasang surut Kota Pontianak, pasang tertinggi pada periode 5 hingga 11 Desember 2025 terjadi pada 8 hingga 10 Desember 2025 setinggi 1,8 meter pada pagi hari yakni pukul 09.00 WIB - 11.00 WIB.
Sedangkan untuk Kendawangan, pasang tertinggi pada periode tersebut terjadi pada 6 hingga 8 Desember 2025 setinggi 1,9 meter pada pagi hingga siang hari yakni pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB.
BMKG memantau data waterlevel dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
Kondisi ini tak hanya meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah Kota Pontianak, tetapi juga di Kendawangan.
Masyarakat yang tinggal dekat kawasan pesisir Sungai Kapuas mesti meningkatkan kewaspadaan pada 6 hingga 12 Desember 2025.
Sabtu (6/12), air pasang mulai menggenangi sejumlah pemukiman penduduk di kawasan pesisir Sungai Kapuas.
Bahkan, Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kalbar mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang berlaku dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.
“Prakirawan cuaca pelabuhan Dwikora Pontianak berawan, arah kecepatan Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 1 hingga 6 knots.
Tinggi gelombang 0,1 hingga 0,5 meter. Pasang maksimum 1,6 meter terjadi pukul 06.00 hingga 90.00 WIB," ungkap Raden Eko Sarjono, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim, BMKG Kalbar.
Eko juga mengingatkan potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut," ungkapnya.
Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG Kalbar juga mengingatkan masyarakat masih harus meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan di wilayah Kalimantan Barat.
Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Kalbar pada 6 hingga 12 Desember 2025.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Dwi mengatakan secara umum kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada saat pagi, siang, sore, maupun malam hari pada Minggu (7/12).
“Prakiraan angin di 3000 feet kami memantau pergerakan arah angin sekitar wilayah Kalimantan Barat bergerak dari arah Barat Daya hingga Utara dengan kecepatan angin kami perkirakan mencapai 5 hingga 21 knots," ujarnya Sabtu (6/12).
Munculnya awan-awan penghujan yang ditimbulkan dari adanya sirkulasi siklonik. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Minggu (7/12). Terutama pada siang hingga dini hari. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro