PONTIANAK POST - Air pasang yang terjadi pada Minggu (7/12), merendam sejumlah kawasan penduduk di Kota Pontianak. Ketinggian air yang masuk ke rumah mencapai mata kaki, bahkan lebih.
"Rumah saya di bagian dapurnya sudah hampir sebetis. Karena dapurnya memang lebih rendah dari ruang tamu," ujar Nur Azizah, warga Gang Tebu Ceria.
Air mulai pasang pukul 06.00 berangsur naik ke rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Mulai surut pukul 11.00 WIB. "Mudah-Mudahan besok (hari ini) tidak setinggi ini," harapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memperingatkan potensi banjir pesisir (rob) melanda Pontianak dan sekitarnya pada 8-9 Desember 2025.
Berdasarkan prakiraan pasang surut Kota Pontianak, pasang tertinggi pada periode 5 hingga 11 Desember 2025 terjadi pada 8 hingga 10 Desember 2025 setinggi 1.8 meter pada pagi hari yakni pukul 09.00 WIB - 11.00 WIB. Sedangkan untuk Kendawangan, pasang tertinggi pada periode tersebut terjadi pada 6 hingga 8 Desember 2025 setinggi 1.9 meter pada pagi hingga siang hari yakni pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB.
Kepala BMKG Kalbar Erika Mardiyanti, menjelaskan adanya gangguan gelombang atmosfer tropis Eguatorial Rossby, Cold-Surge, dan pola siklonik di provinsi ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada periode tanggal 7 sampai 9 Desember 2025.
"Pada periode yang sama, potensi pasang air laut maksimum di pesisir Kalimantan Barat akibat fase perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan bulan pumama juga perlu diwaspadai," ungkapnya.
Kombinasi kondisi hujan lebat dan pasang air laut maksimum ini berpotensi menimbulkan dampak yang dapat mengganggu aktifitas masyarakat.
Dimbau kepada masyarakat terutama di wilayah pesisir untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sepekan ke depan. Waspada banjir dan genangan air hingga risiko tinggi di daerah dengan drainase buruk, terutama saat hujan lebat. Antisipasi tanah longsor, terutama bagi masyarakat di daerah berbukit atau tebing rawan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pengguna jalan juga mesti meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap hujan tiba-tiba dapat mengurangi jarak pandang. Maka tingkatkan kehati-hatian saat berkendara. Masyarakat pesisir perlu memperhatikan potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang. (mrd)
Editor : Hanif