Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Modus Penipuan Berkedok Pengobatan Alternatif di Pontianak: Wali Kota Imbau Warga Tidak Percaya Info Palsu di Facebook

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 9 Desember 2025 | 10:53 WIB
HOAKS: Masyarakat untuk lebih teliti terhadap informasi yang beredar di media sosial.
HOAKS: Masyarakat untuk lebih teliti terhadap informasi yang beredar di media sosial.

PONTIANAK POST - Masyarakat Kota Pontianak diimbau untuk tidak percaya pada informasi terkait roadshow pengobatan alternatif yang mengatasnamakan Brahmana Sanjaya.

 

Sebuah poster yang beredar di media sosial Facebook menyebutkan bahwa Brahmana Sanjaya akan menggelar acara pengobatan alternatif di Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman Nomor 3. Dalam poster tersebut juga tercantum jenis penyakit yang dapat disembuhkan serta jadwal dan lokasi acara.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Yusnaldi, menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan modus penipuan. Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan pendaftaran atau pembayaran terkait acara yang tercantum dalam poster tersebut.

“Masyarakat saya imbau untuk tidak percaya dan jangan sampai tertipu dengan mendaftar atau membayar sejumlah uang. Tim kami sudah mengonfirmasi pihak Brahmana Sanjaya dan mereka menyatakan bahwa informasi itu adalah penipuan,” ungkap Yusnaldi pada Senin (8/12).

Yusnaldi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang pesat. Menurutnya, banyak informasi yang beredar di dunia maya, termasuk di media sosial, yang belum tentu dapat dipercaya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu melakukan pengecekan lebih lanjut dengan merujuk pada sumber informasi yang sah dan terpercaya.

“Jika ada informasi terkait kegiatan pemerintah, tentu akan diumumkan melalui saluran resmi seperti website atau media sosial resmi pemerintah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusnaldi mengimbau agar warga tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

“Jangan sebarkan hoaks. Sebelum berbagi informasi kepada orang lain, pastikan dulu bahwa informasi tersebut valid dan benar adanya,” tutupnya.(*/iza)

Editor : Hanif
#penipuan #brahmana sanjaya #roadshow #pontianak #pengobatan alternatif #masyarakat