Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Norsan Buka Mubes LPM Kalbar, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Jati Diri Melayu

Novantar Ramses Negara • Rabu, 10 Desember 2025 | 07:33 WIB

 

MUBES LPM: Gubernur Ria Norsan membuka Musyawarah Besar Laskar Pemuda Melayu 2025 di Pontianak.
MUBES LPM: Gubernur Ria Norsan membuka Musyawarah Besar Laskar Pemuda Melayu 2025 di Pontianak.

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membuka Musyawarah Besar Laskar Pemuda Melayu (LPM) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 di Harris Hotel Pontianak, Minggu (7/12). Pada forum itu, Norsan langsung mengingatkan pentingnya persatuan dan keteguhan jati diri Melayu di tengah derasnya perubahan zaman.

“Satukan hati, satukan tekad untuk memajukan Melayu di Kalimantan Barat. Setelah terbentuk kepengurusan, silakan beraudiensi dengan saya untuk membicarakan langkah organisasi ke depan,” ujar Norsan.

Ia menekankan bahwa Kalbar memiliki banyak organisasi beridentitas Melayu, seperti Laskar Melayu, Persatuan Orang Melayu, dan FKPM. Meski berbeda nama, semuanya mengemban marwah yang sama.

“Jangan sampai Melayu hilang ditelan zaman. Jangan jadi buih di tengah lautan, banyak tapi mudah diombang-ambing. Jadilah karang yang tetap teguh meski dihantam ombak,” tegas Norsan dalam pesannya yang disambut antusias peserta.

Gubernur juga menyinggung Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar yang dipimpin Prof. Chairil sebagai pilar diskusi dan penjaga tradisi. Ia meyakini solidaritas Melayu akan tetap kokoh seperti amanah para leluhur.

Selain soal identitas, Norsan mengingatkan generasi muda Melayu untuk bijak menyikapi maraknya isu liar di media sosial. Ia mengajak LPM menjadi garda terdepan menjaga harmoni, baik di internal Melayu maupun dengan suku-suku lain di Kalbar. “Jangan terpancing. Jaga persatuan. Jika semua suku di Kalbar bersatu, Insya Allah pembangunan akan lebih mudah,” ujarnya.

Laskar Pemuda Melayu (LPM) sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan modern yang aktif dalam isu sosial dan keamanan. Berbeda dari organisasi historis masa perjuangan nasional, LPM fokus pada dinamika kontemporer di Kalbar, khususnya Pontianak. Mereka kerap menggelar dialog publik terkait keamanan, investasi, hingga peran ormas dalam pembangunan daerah.

Dalam aktivitasnya, LPM menjalin kerja sama erat dengan Polda Kalbar, kejaksaan, Kesbangpol, serta sektor usaha dan perusahaan outsourcing. Organisasi ini memposisikan diri sebagai representasi pemuda Melayu yang mengadvokasi kepentingan lokal serta menjaga stabilitas daerah. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #gubernur kalbar #persatuan #MUBES #tantangan zaman #LPM #melayu