Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Aktivitas Pelabuhan Kijing Meningkat, Sueb Minta Pelebaran Akses Jalan Dipercepat

Deny Hamdani • Kamis, 11 Desember 2025 | 15:42 WIB
Sueb, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kalbar.
Sueb, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kalbar.

PONTIANAK POST — Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Sueb, menilai aktivitas Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, yang diklaim Pelindo terjadi peningkatan signifikan, hendaknya diimbangi dengan perbaikan infrastruktur pendukung. Ia menekankan bahwa tanpa pelebaran jalan menuju pelabuhan, optimalisasi Kijing sebagai gerbang ekspor terbesar di Kalbar tidak akan maksimal.

“Pelabuhan Kijing ini kapasitasnya besar dan masih bisa menampung lebih banyak aktivitas. Tapi kenapa akses jalannya belum diperlebar? Padahal jalur Pontianak–Kijing dan Singkawang–Kijing itu yang paling banyak dilalui para eksportir,” ujar Sueb saat ditemui, kemarin.

Menurut Sueb, para pelaku usaha kini mulai mengalihkan pengiriman barang mereka ke Pelabuhan Kijing karena fasilitasnya dinilai lebih memadai dibandingkan Pelabuhan Dwikora Pontianak. Kondisi ini, kata dia, harus segera direspons pemerintah dengan mempercepat pembangunan akses jalan yang sesuai dengan kebutuhan logistik.

“Sekarang para pengusaha sudah mulai beralih ke Kijing. Artinya, mobilitas angkutan barang akan semakin tinggi. Kalau jalannya masih seperti sekarang, pelabuhan tidak akan efektif,” tegasnya.

Sueb menilai keterlambatan pembangunan akses pendukung pelabuhan terjadi karena kurangnya sinkronisasi antara pemerintah pusat, daerah, dan Pelindo sebagai operator pelabuhan.

Ia menyarankan agar Pelindo dan pemerintah menyusun skema pembangunan bersama. Pelindo memperluas fasilitas pelabuhan, sementara pemerintah memperlebar jalan penghubung. "Kalau memang pelabuhan ini jadi tanggung jawab Pelindo, ya Pelindo bisa bangun skema dengan pemerintah. Pelindo perluas pelabuhan, pemerintah lebarkan jalan. Harus sinkron,” katanya.

Sueb menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang tidak terkoordinasi membuat alur pengerjaan menjadi terputus-putus dan tidak berdampak maksimal bagi masyarakat maupun dunia usaha. "Kelemahan kita selama ini adalah sinkronisasi. Pembangunan jadi tersendat karena hubungan antara pusat, daerah, dan Pelindo tidak terhubung dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten segera menyusun langkah konkret agar akses ke Pelabuhan Kijing benar-benar siap menopang lonjakan aktivitas ekspor-impor.

Dengan kapasitasnya sebagai pelabuhan internasional terbesar di Kalbar, Sueb yakin Kijing dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, asalkan infrastruktur penunjang segera disempurnakan.

“Kalau akses jalannya bagus, pelabuhan terkelola dengan baik, dan ekspor lancar, dampaknya sangat besar untuk perekonomian Kalimantan Barat,” pungkasnya. (den)

Editor : Hanif
#Percepatan #ekspor #pelabuhan kijing #kalbar #Sueb #pelebaran jalan