PONTIANAK POST - Kementerian Agama Kota Pontianak menegaskan pentingnya kolaborasi antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah daerah sebagai fondasi utama menjaga keharmonisan dan stabilitas kehidupan beragama di Kota Pontianak.
Kepala Kemenag Kota Pontianak, Ruslan mengatakan ada empat indikator utama moderasi beragama. Indikator pertama dalam komitmen kebangsaan, yaitu kesadaran untuk menaati konstitusi dan memahami bahwa regulasi negara tidak boleh dipertentangkan dengan keyakinan pribadi.
Indikator kedua adalah toleransi, yang berarti memberikan ruang dan keamanan bagi setiap umat beragama untuk beribadah sesuai agamanya, termasuk menghormati proses pendirian rumah ibadah yang telah diatur dan dijamin oleh undang-undang.
Indikator ketiga ialah anti kekerasan, yakni memastikan bahwa setiap penyelesaian masalah dilakukan dengan pendekatan damai tanpa kekerasan karena kekerasan tidak pernah menyelesaikan persoalan.
Indikator keempat adalah akomodasi terhadap budaya lokal. Ruslan menegaskan bahwa tradisi masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian dari identitas daerah.
“Budaya lokal seperti ronggeng, tradisi Melayu “buang-buang”, makan dalam kelambu, sampai adat Dayak seperti Naik Dango, tidak boleh dibenturkan dengan ajaran agama. Itu bagian dari adat istiadat yang harus kita pelihara,” ungkap Ruslan.
Ruslan menegaskan pentingnya pemahaman keberagamaan. “Agama memberi ruang bagi manusia mengelola urusan dunianya. Karena dalam hadis disebutkan, ‘antum a’lamu bi amri dunyakum’ kalian lebih tahu urusan dunia kalian. Maka budaya lokal harus dipahami dalam kerangka itu,” jelasnya.
Ketua FKUB Kota Pontianak, Abdul Syukur menegaskan, FKUB menjadi wadah bersama yang beranggotakan pengurus dan IPARI dari enam kelompok agama.
“Tugas kami bukan hanya melayani laporan konflik. Kadang kami harus turun langsung ke lapangan untuk mencegah potensi gesekan yang mungkin muncul,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Pontianak dan DPRD dapat mendukung baik secara moril maupun finansial, agar upaya menjaga kerukunan dapat berjalan maksimal. (mrd)
Editor : Hanif