Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cuaca Buruk Bikin Harga Cabai Rawit di Pontianak Meroket, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 12 Desember 2025 | 10:17 WIB

 

Ilustrasi Cabai Rawit.
Ilustrasi Cabai Rawit.

PONTIANAK POST - Cuaca buruk mengganggu panen beberapa komoditas pangan di Kalimantan Barat. Salah satunya adalah cabai rawit yang harganya kini naik hingga Rp76 ribu per kilogram.

“Kemarin sempat Rp38 ribu, sekarang Rp76 ribu," ungkap pedagang di Pasar Flamboyan, Feri, Kamis (11/12).

Ia mengatakan banjir dan air pasang sudah sebulan merusak banyak tanaman cabai petani. "Ini musim banjir, jadi banyak panen yang mentah,” ungkapnya. 

Ia juga memperkirakan harga bisa tembus Rp100 ribu jika cuaca buruk berlanjut menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso turut memantau harga cabai di Pasar Flamboyan dalam kunjungannya ke Pontianak.

“Pada prinsipnya, produksi cabai itu cukup, cuma karena cuaca sehingga memetiknya agak susah,” kata Budi.

Cabai rawit menurutnya menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.

Meski cabai naik, sejumlah komoditas lain justru berada dalam kondisi baik. Beras SPHP tercatat normal, sementara bawang merah dijual pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga acuan sebesar Rp41.500. Selaon itu, bawang putih juga berada pada level Rp28 ribu per kilogram atau di bawah acuan Rp40 ribu. 

“Teman-teman produksi sudah koordinasi untuk tetap memasok, mudah-mudahan Natal dan Tahun Baru ini tidak ada masalah,” katanya.

Mendag menegaskan bahwa pemerintah tetap memantau seluruh perkembangan harga di daerah, termasuk memastikan pasokan cabai rawit tetap berjalan agar gejolak tidak semakin tinggi.

“Kami pastikan stok aman, dan bantuan untuk daerah yang terkena musibah tetap menjadi prioritas,” tutupnya

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, yang mendampingi selama peninjauan, menyampaikan bahwa pihaknya terus memastikan stok aman dan mengontrol harga pangan agar inflasi tetap terkendali.

“Alhamdulillah harga masih terkendali dan bahkan di bawah HET, seperti bawang. Cabai memang agak tinggi, tapi bawang merah, bawang putih, dan beras juga terkendali,” ujarnya.

Edi menegaskan Pemkot Pontianak telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. “Kita terus menjaga stok terkendali dan tidak terjadi kenaikan yang sangat tinggi. Makanya kita akan mengendalikan inflasi, dan kita juga akan menggelar pasar murah di enam kecamatan,” tuturnya.

Pemkot juga memastikan suplai barang kebutuhan pokok tetap lancar. “Kita terus menyuplai agar stok tersedia, yang penting itu dulu,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengakui sejumlah tantangan masih harus dihadapi menjelang puncak Natal dan Tahun Baru.

Di antaranya fluktuasi produksi cabai akibat cuaca, tidak tersedianya produksi beras premium dalam daerah, lonjakan konsumsi pada minggu ketiga Desember, serta tingginya biaya logistik yang memicu disparitas harga antar wilayah.

Karena itu, untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalbar mengusulkan beberapa langkah. Antara lain peningkatan pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan, optimalisasi Satgas Pangan dan Satgas Beras, serta koordinasi percepatan pasokan komoditas hortikultura.

“Pemprov juga meminta dukungan penuh Forkopimda dalam pengamanan distribusi barang kebutuhan pokok di lapangan. Kami berharap seluruh upaya ini dapat menjaga keterjangkauan harga dan memastikan masyarakat Kalbar dapat merayakan natal dan tahun baru dengan aman dan nyaman,” tutupnya.(bar/sti)

Editor : Hanif
#cuaca buruk #harga cabai rawit #naik drastis #pontianak #Stok Aman