PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan, tiga proyek infrastruktur strategis yang membutuhkan akselerasi dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Ketiga proyek tersebut adalah percepatan pembangunan Jembatan Kapuas 3, penyusunan rencana Pontianak Outer Ring Road, serta penyediaan akses tol menuju Pelabuhan Kijing untuk memperkuat konektivitas logistik daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalbar terus melakukan upaya-upaya untuk mengejar pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak luas bagi kemajuan Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan saat bertemu dengan Candra, perwakilan dari Balai Jalan (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/BBPJN), baru-baru ini di Kantor Gubernur Kalbar.
Norsan secara tegas memberikan apresiasi atas upaya sinkronisasi program-program pemerintah bersama mitra kerja. “Saya pikir langkah ini harus dibangun secara bersama-sama. Jangan sampai pemerintah daerah berjalan sendiri dan pemerintah pusat berjalan sendiri, sehingga pada akhirnya pembangunan di wilayah tidak memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," terangnya.
Gubernur juga menyambut baik dukungan penuh dan sinergi program-program strategis Pemerintah Daerah (Pemda) Kalbar, khususnya terkait pembangunan infrastruktur vital dari Balai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia meminta pihak Balai untuk terus meningkatkan koordinasi bersama Pemda agar arah pembangunan di Kalimantan Barat dapat berjalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Sekali lagi saya tegaskan kepada semua pihak (Balai PUPR) untuk membuka ruang seluas-luasnya kepada pemda agar seluruh program pemerintah pusat selaras dengan Pemda,” tandasnya.
Candra, perwakilan dari Balai Jalan, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam membangun Kalimantan Barat. “Intinya, kami dari semua Balai PUPR di Provinsi Kalimantan Barat sangat berbahagia bisa bertemu dan berkoordinasi dengan Bapak Gubernur dan jajaran tadi, termasuk Asisten, Kepala Bappeda, Dinas PUPR, dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi program antara Pemda dan pemerintah pusat. “Intinya, kami akan selalu mendukung dan berkoordinasi, agar semua program sejalan,” tegas Candra.
Selain tiga isu besar tersebut, Gubernur juga meminta dukungan untuk pembangunan infrastruktur pendukung, yaitu trotoar. “Ada permintaan dari Bapak Gubernur untuk membangun trotoar dari Bandara Supadio sampai Simpang Polda, kurang lebih sepanjang 9 kilometer,” tambah Candra.
Candra menjelaskan bahwa Balai Jalan telah menjalankan perannya, khususnya untuk proyek Jembatan Kapuas 3, dengan fokus pada perencanaan teknis. “Kami dari Balai Jalan sudah menyiapkan desain untuk Jembatan Kapuas 3. Desain sudah selesai pada bulan Desember ini. Nanti akan kami sampaikan ke Pemerintah Daerah untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.
Mengingat nilai proyek Jembatan Kapuas 3 yang mencapai sekitar Rp 2,8 triliun, Candra menyebutkan bahwa alokasi anggaran akan diusulkan dan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. “Alokasi anggaran, karena nilainya luar biasa, akan dibebankan oleh pusat, sekitar Rp 2,8 triliun untuk Jembatan Kapuas 3 ini,” pungkasnya. (mse)
Editor : Hanif